Di Wamena WNA Asal China Diperkosa

NusantaraTerkini.Com, Papua – Seorang warga Negara Asing (WNA) Asal China dengan inisial Ms. TJ (34) mengaku diperkosa 2 orang tak dikenal (OTK) saat hendak mengunjungi sebuah museum. Tindakan bejat itu dilakukan ke dua pelaku di sebuah rumah kosong Kampung Aikima Kabupaten Jayawijaya, Papua, Jumat (13/7).

Korban yang kemudian melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jayawijaya mengaku kejadian itu berawal saat korban sendirian sedang melakukan perjalanan wisata di Kampung Aikima untuk berkunjung ke sebuah museum tersebut.

Juru bicara Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH, Sabtu (14/7) dini hari mengatakan, saat itu korban bertemu dengan kedua pelaku dengan ciri-ciri yakni pelaku 1 memakai baju biru tua dengan hoodie, berambut panjang, dan membawa parang dan pelaku 2 memakai baju abu- abu, keduanya berkulit hitam dan berrambut ikal, selanjutnya pelaku mengantar korban ke rumah kosong.

“Sesampainya di rumah kosong, kedua pelaku langsung menyekap dan memerkosa korban yang berlangsung selama kurang lebih 4 menit,” ujar Kamal.

Tak hanya itu, kedua pelaku melarikan diri dengan membawa handphone merk I Phone tipe S6 dan uang sebesar Rp. 140.000. Korban yang tak berdaya selanjutnya menuju Hotel Rainbow di Jalan Irian Wamena dengan menggunakan becak dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jayawijaya.

Mendapat laporan tersebut, personil Polres Jayawijaya yang di pimpin KBO Sat Intelkam Polres Jayawijaya Ipda J. Djami dengan korban menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) Pemerkosaan yang berada di Kantor Kampung Aikima Jalan Trans Wamena – Kurulu. Petugas selanjutnya melakukan Olah TKP dan selanjutnya bersama korban menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wmena guna dilakukan Visum.

“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut, karna kejadian tersebut bisa mengakibatkan rasa trauma pada turis mancanegara yang akan datang atau berkunjung di Wamena,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para wisatawan asing maupun lokal tidak berjalan sendiri di tempat yang sepi dan rawan guna mengantisipasi kejadian serupa atau yang lainnya terulang kembali dan sebaiknya sebelum melakukan perjalan agar berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.

Sementara kasus pemerkosaan tersebut dalam penanganan aparat Kepolisian Resor Jayawijaya. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.