Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Di Penghujung Tugas, Satgas TMMD Reguler Banyumas Terus Motivasi Pemuda Melalui Kesenian

Loading...

Banyumas – Memanfaatkan sisa waktu kebersamaan di tempat tugasnya, Prada Dade Alwi Karepesina, anggota Satgas TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas, bermain musik tradisional kentongan atau tek-tek Banyumasan, dengan para pemuda Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Tampak dirinya memainkan salah satu kentongan, bersama grup kesenian Tunggul Wulung Petahunan. Jumat (24/7/2020).

Disampaikannya, tugasnya membangun infrastruktur berupa Jalan Usaha Tani (JUT) dan jalan wisata menuju Curug Nangga sepanjang 1,8 kilometer lebar 3,75 meter, akan segera kelar di hari ke-26 TMMD (25/7), sehingga 4 hari kedepan akan lebih banyak waktu kebersamaan dengan masyarakat setempat karena target fisik TMMD sudah 100 persen.

“Target pembangunan jalan akan segera selesai dan tinggal pembenahan rabat beton, yaitu penutupan bahu jalan dengan tanah. Untuk itu, sisa waktu saya di Petahunan akan saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, selain kegiatan tersebut fisik TMMD, para prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD dituntut tetap aktif berinteraksi dengan masyarakat setempat. Yaitu untuk menciptakan kedekatan dan kemanunggalan TNI-Rakyat.

“Selain media olahraga, ikut bermain musik sangat cepat dalam membangun keakraban yang penuh kekeluargaan. Itu karena masyarakat menjadi termotivasi dengan kehadiran kita walaupun jelas kita kurang mahir memainkan kentongan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, capaian jalan yang akan selesai sebelum TMMD Reguler ditutup akhir bulan ini (29/7), adalah wujud berhasilnya TNI dalam merangkul seluruh elemen masyarakat untuk andil dalam membangun desanya.

Terbukti di setiap harinya, rataan jumlah warga yang membantu TNI mengecor jalan tersebut adalah lebih dari 75 orang, baik saat terang hari maupun lembur malam.

Tak lupa, salah satu prajurit Yonif 405 Surya Kusuma tersebut berpesan agar budaya gotong royong dan kepedulian masyarakat Petahunan dalam membangun dan memajukan desanya, terus dijaga walaupun itu hanya pembangunan tingkat desa. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.