Dewan Tolak Dana Tambahan Jamkesprov, Dibebankan ke Kabupaten/Kota

NusantaraTerkini.Com – Apabila usulan tambahan anggaran Jaminan Kesehatan Provinsi (Jamkesprov) Bengkulu mendapat penolakan dari DPRD Provinsi Bengkulu, maka akan diupayakan dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota.

“Kalau dana tambahan Jamkesprov Bengkulu ditolak DPRD setempat, maka tanggung jawab subsidi itu bisa diusahakan oleh bupati dan walikota masuk dalam APBD-P setempat,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Amin Kurnia.

Diusulkannya dana tambahan ini pada Rancangan APBD Perubahan (RAPBDP) 2016 lantaran dana subsidi kesehatan bagi 43.150 warga pemegang kartu sehat Jamkesprov sudah habis. Adapun besaran anggaran yang diajukan adalah Rp 6,6 miliar.

“Kita minta DPRD Provinsi Bengkulu, dapat menyetujuinya sehingga program berobat gratis bagi warga tidak mampu dapat berjalan baik dan lancar,” Amin menambahkan.

Saat ini, Dinkes bersama Dinas Sosial tengah memverifikasi jumlah warga pemegang kartu Jamkesprov sesuai dengan permintaan DPRD Provinsi.

Pendataan ulang atau verifikasi dilakukan agar data penerima Jamkesprov dapat dipertanggungjawabkan dan valid. Hasil pendataan ulang bisa saja berkurang atau bahkan bertambah dari jumlah pemegang kartu Jamkesprov saat ini.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinsos Bengkulu untuk memverifikasi jumlah warga pemegang kartu sehat Jamkesprov di Bengkulu. Ini kita lakukan sesuai permintaan anggota DPRD setempat. Sekarang kita masih melakukan verifikasi masyarakat pemegang kartu Jamkesprov di Bengkulu. Kita upayakan dalam waktu dekat pelaksanaan verifikasi dapat dituntaskan,” papar Amin.

Sejauh ini Kepala Dinkes optimis DPRD akan menyetujui usulan penambahan anggaran Jamkesprov. Pasalnya, hal ini sangatlah penting untuk kepentingan masyarakat, terutama masyarakat yang kurang mampu.

Karena itu dia meminta rumah sakit umum tetap melayani dan tidak menolak warga miskin pemegang Kartu Jamkesprov, meski anggaran subsidinya sudah habis.

“Kita minta RSU di Bengkulu tetap melayani warga miskin yang akan berobat meski dana subsidi dari Pemprov Bengkulu, sudah habis. Kami masih mengupayakan dana subsidi berobat warga miskin ditambah di APBD Perubahan nanti,” pungkasnya. [DS]

Sumber: Beritasatu.com

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.