Dempo Xler, yang juga merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unib, mengatakan bahwa penggunaan teknologi e-voting pada pemilihan Presma Unib adalah suatu kemajuan yang patut diapresiasi. Ia menyebut hal ini sebagai smart skill dan berharap hal ini dapat menjadi inspirasi untuk demokrasi di masa depan, termasuk dalam pemilihan kepala desa, DPRD, dan Pilkada.

 

Kota bengkulu

Dempo juga mengungkapkan bahwa penggunaan e-voting dalam proses demokrasi bisa meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemilu. Ia menyarankan agar teknologi ini juga dipertimbangkan untuk digunakan dalam Pilkada Bengkulu, karena dianggap lebih hemat daripada menggunakan media kertas.

Menurut Dempo, penggunaan e-voting dapat menciptakan pemilu yang lebih efektif dan efisien, serta dapat digunakan dalam berbagai macam pemilihan. Ia berharap agar sistem ini dapat dipertimbangkan untuk digunakan dalam Pilkada di masa depan.

E-voting sendiri merupakan sistem yang menggunakan perangkat elektronik untuk membuat, memberikan, dan menghitung suara dalam pemilihan, serta memelihara data dan hasilnya dengan menggunakan teknologi digital. Pada Pemira Presma-Wapresma tahun 2024, pasangan calon Nomor 02, Ridhoan Parlaungan Hutasuhut dan Yoandha Audritama Ihza Kesuma, berhasil memenangkan pemilihan dengan perolehan suara sebanyak 4.426 atau 69,61 persen. (ADV)