Wartawan Nusantaraterkini Tertulis dalam box redaksi, Hati - Hati dengan Pihak yang mengatas Namakan Nusantaraterkini.com/Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494

Demokrat Gugat 6 Dapil di Sumatera Selatan

Ogan Komering Ilir – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan Presiden, Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Tahun 2019 pada tanggal 21 Mei Jam 01:46 WIB. Kuasa Hukum DPD Partai Demokrat Sumsel Dodi I.k

Saat di hubungi via WA, Minggu 26-mei- 2019 menyampaikan “Ya memang benar, KPU RI secara Nasional sudah menetapkannya, terhitung sejak tanggal 21 Mei 2019 jam 01:46 WIB, terhitung tanggal dan jam tersebut dengan tenggang waktu memasukkan gugatan pileg 3×24 jam sejak ditetapkan, artinya sampai dengan tanggal 24 Mei jam 01:46 WIB. Kami Demokrat DPP dan DPD Sumsel sudah memasukkan Gugatan sengketa Pileg ke MK pada tanggal 24 Mei Jam 01:04 WIB, masih dalam tenggang waktu, dan ada 6 dapil yang kami masukkan permohonannya, yaitu dapil Sumsel 4, dapil Palembang 4, Dapil Okut 1, dapil Banyuasin 1 dan dapil Muba 4”. Ungkap Dodi Alumni Bimtek PHPU di MK 2019

Saat ditanya siapa saja caleg pemohonnya dan apakah sengketa internal atau lintas partai, Dodi menambahkan “Untuk Dapil Sumsel 4 pemohonnya caleg No. Urut 4 Mirzan, menurut pemohon kehilangan 1 kursi, yg semula dapat 2 kursi, pihak terkaitnya partai lain, untuk Okut 1 caleg no urut 1 Irwan,SH, pihak terkaitnya internal partai, menurut pemohon bahwa berdasarkan rekapan tabulasi data C1 pemohon yang memiliki suara terbanyak, untuk dapil Banyuasin dapil 1  dan Muba dapil 4, saya belum membaca pokok permohonan nya karena melalui DPP langsung, dan untuk Dapil Palembang 4 pemohon caleg no 4 Hj. Rien, menurut pemohon di dapil 4 dapat 2 kursi, namun hilang 1 kursi, dikarenakan terjadi pengurangan suara Partai Demokrat dan terjadi penambahan suara Partai x dan kami Tim Kuasa Hukum DPD dan DPP demokrat akan berusaha dan berjuang untuk mengembalikan kursi-kursi yang hilang tersebut”. Tegas Dodi

Saat ditanya dasar mengajukan gugatan Advokat Spesialis praperadilan dan MK ini menambahkan “Tentu kami punya data data dan fakta fakta, kami sudah tabulasi, C1 asli lengkap, kita bisa sandingkan di MK nanti, agar Hakim MK jika terjadi perbedaan persandingan C1 pemohon dengan DAA1 termohon, maka kami meminta Hakim Panel yang menyidangkan agar membuka kotak untuk melihat C1 plano nya, dan jika tdk cocok juga kita minta hitung suara yang ada dalam kotak di TPS yg kami persoalkan tersebut, seperti untuk Dapil 4 Palembang, sekitar 23 TPS yang hasilnya di DAA1, sampai ke DA1 dan DB1 yang kami persoalkan, di 23 TPS tersebut terjadi pengurangan untuk suara Demokrat dan terjadi penambahan untuk suara Partai X, kami meminta kepada Hakim MK yg menyidangkan agar mengembalikan suara Demokrat yang hilang sebanyak 66 suara dan mengurangi suara partai X yang telah melakukan penambahan atau penggelembungan suara sebanyak 77 suara, data kami lengkap, kami akan ungkap di persidangan, dan ada oknum oknum yang ikut terlibat dan memerintahkan, surat pernyataan kesaksian sudah kami dapatkan dan Insya Allah siap bersaksi,  kita harus belajar jujur dan menerima hasil, jangan lakukan kecurangan kepada orang lain, jangan lakukan penzoliman kepada orang lain, kami tidak mau menegakkan benang basah, kami akan mengambil hak hak caleg kami yang dicurangi, Bismillah kami optimis akan dikabulkan, dan setelah dibagi bilang pembagi 3, Demokrat tetap dapat kursi terakhir” Tegas Dodi.

Saat ditanya dari partai mana yang jadi pihak terkait, Dodi enggan menyebutkan, ” ya tunggu saja sabar, ada tahapan prosesnya dari ini, tgl 21-24 masukkan permohonan, tgl 21-27 pemeriksaan permohonan, tgl 29-30 masa perbaikan, tgl 1 juli register dalam BRPK, tgl 1-2 juli penyampaian salinan permohonan pemohon kepada para pihak yaitu Termohon, pihak terkait dan pemberitahuan sidang pertama” Tandas Dodi. (Ondi)

Loading...

Loading...

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.