Terbit : 11 Agustus, 2019 - Jam : 02:09

De Klimmast, Adalah Cara Masyarakat Jatimulya Mengisi Kemerdekaan Usai Pembangunan TNI Tegal

Loading...

Tegal – Memeriahkan hari jadinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-74, masyarakat Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sudah mulai mempersiapkan perlombaan yang melambangkan gotong-royong antar masyarakat, yaitu panjat pinang.

Lomba yang sudah kental dan mendarah daging di masyarakat Indonesia ini, juga merupakan manifestasi dari semangat saling membantu dan pantang menyerah seperti apa yang pernah dilakukan sebelumnya, yaitu membangun akses transportasi umum setempat berupa makadam sepanjang 2,3 kilometer dan pengaspalan jalan sepanjang 1,2 kilometer melalui program TMMD Reguler 105 Kodim 0712 Tegal, selama 30 hari dan resmi ditutup (8/8).

Dibenarkan Babinsa Jatimulya dari Koramil 05 Suradadi, Serda Mursidi, lomba ini hanya dilakukan setahun sekali saat 17-an. Diterangkan sejarah singkat panjat pinang, bahwa ternyata tradisi ini diwariskan oleh penjajah Belanda dengan sebutan de klimmast atau panjang tiang. Saat di Indonesia, Belanda menggelarnya setiap tanggal 31 Agustus yang bertepatan dengan ulang tahun Ratu Wilhelmina.

“Setelah berakhirnya TMMD Reguler, masyarakat disini sangat antusias memenuhi kewajibannya dalam pembangunan. Rupanya upaya saya mengajak mereka memasang bendera dan pernak-pernik memeriahkan HUT RI, direspon positif, bahkan jauh hari sudah mempersiapkan pokok pinang,” ucapnya, Sabtu malam (10/8/2019).

Dinyatakannya juga, kebersamaan yang kemarin ditularkan Satgas TMMD Reguler Tegal saat masih bertugas di Jatimulya, terus dipelihara mereka dalam pekerjaan selanjutnya yaitu memeriahkan Hari Kemerdekaan sebagai wujud menghargai pengorbanan para pahlawan bangsa yaitu mengisi kemerdekaan dengan pembangunan. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.