Data Pekerja Asing dan Subkontraktor PT Imasco Tidak Sinkron, Keterangan Disnaker Dan Imigrasi Membingungkan

Jember, Nusantaraterkini.com- Jumlah warga negara asing yang terdaftar Izin Tinggal Terbatas (ITAS), sebagai Tenaga Kerja Asing (TKA) di pabrik semen PT Imasco Asiatic Kecamatan Puger Kabupaten Jember, diketahui angkanya berbeda alias tidak sinkron.Kamis, (18/02/21). 

Sumber dari Kantor Imigrasi Klas II Jember mencatat sejumlah 59 WNA sebagai ITAS TKA pada pabrik semen berlambang singa merah tersebut. Sementara Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember mencatat sebanyak 65 orang ITAS TKA. Dengan demikian, terdapat selisih 6 orang jumlah TKA di PT Imasco Asiatic, masih menjadi pertanyaan.

Atas perbedaan ini, Kepala Kantor Imigrasi Klas II Jember Said Noviansyah mengatakan, tidak semua pekerja asing yang bekerja di lokasi pabrik itu milik PT Imasco Asiatic.Bisa jadi selisihnya milik perusahaan lain, sebab ada pula perusahaan Subkontraktor yang mempekerjakan TKA di PT Imasco Asiatic.

“Memang Imasco ini terdaftar 59 orang pemegang ITAS TKA, sisanya milik Subkontraktor, ” kata Said, ditemui awak media di ruang kerja pada Rabu kemarin.

Said menyebut, di lokasi pabrik PT Imasco Asiatic ada 3 perusahaan yang berstatus sebagai Subkontraktor ,Yakni PT Arta dengan jumlah pekerja asing yang dilaporkan tercatat 28 orang.Sedangkan 2 perusahaan lainya tidak disebutkan, karena belum sempat melihat data.

Ia membantah, jika selisih jumlah 6 orang TKA yang datanya simpang siur diduga sebagai pekerja ilegal.Pasalnya, PT Imasco Asiatic selama ini diakui sangat tertib melaporkan keberadaan pekerja asingnya, kepada pihak Imigrasi Jember.

“Tapi saya yakin orang asing (WNA) tidak akan bisa melakukan pekerjaan tanpa ada izin, apalagi sekarang Negara sudah tutup untuk orang asing, dari bulan sebelum masuk tahun 2021 belum bisa masuk ke Indonesia, apalagi yang tidak resmi, ” terangnya.

Sementara keterangan berbeda di lontarkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember, Bambang Edi Santoso, jumlah pekerja asing PT Imasco Asiatic, antara disnaker dengan imigrasi Jember yang jumlahnya berbeda dengan selisih 6 orang ini, karena kantor pusat perusahaan Subkontraktor ada di Jakarta.

Sehingga, jelasnya, proses perizinan tinggal sementara bagi pekerja asing tidak melalui Imigrasi Jember.

Ia mengaku tidak tahu menahu perihal angka 59 jumlah pekerja asing tersebut yang dikeluarkan imigrasi Jember.

Pekerja asing di PT Imasco Asiatic sejumlah 65 TKA Ia ketahui hari ini, setelah pihak manajemen perusahaan PT Imasco Asiatic mendatangi kantor Disnaker guna melaporkan jumlah pekerja asingnya.

” Telat sampean wes, baru saja kesini (Pihak Manajemen PT Imasco), ada sekitar 10 menitan. Jadi TKA yang sekarang bekerja di perusahaan ada 65 orang.” Kata Bambang.

Perbedaan ini bukan hanya pada jumlah TKA saja, perusahaan Subkontraktor di PT Imasco Asiatic diketahui jumlahnya juga tidak sama.Bambang menyatakan, hanya ada 1 Subkontraktor saja yang terdaftar di PT Imasco Asiatic, yakni PT Sinoma dengan jumlah 7 orang TKA.

.” PT Arta saya tidak tahu, hanya Sinoma saja,” Tambahnya. (Tahrir)

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.