Dari 16 Hanya 8 Pendeteksi Gempa Bumi Di Papua Yang Aktif

NusantaraTerkini.Com, Papua – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya menyebutkan alat pendeteksi tsunami di Indonesia sudak tak beroperasi sejak 2012.

Sementara di Papua dan Papua Barat sensor pendeteksi gempa bumi sendiri banyak yang kurang berfungsi karena rusak dan  hilang dicuri. Bahkan Dari 16 sensor yang tersebar hanya ada 8 yang berfungsi.

“Sensor yang ada terutama di daerah yang sulit dijangkau alatnya kurang berfungsi, hanya delapan yang berfungsi dengan baik. Memang masyarakat perlu bersama-sama menjaga, paling tidak jangan diambil alatnya,” jelas Kepala Bidang Observasi BMKG Wilayah V Jayapura Budi Darmawan, Senin (1/10/2018).

Dengan kondisi ini BMKG Wilayah V Jayapura tetap berupaya  semaksimal mungkin untuk menginformasikan bencana gempa bumi maupun tsunami ke masyarakat dengan cepat.

Dengan kondisi ini, BMKG berharap pemerintah  juga dapat mensuport dana yang lebih, agar pemeliharaan alat pendeteksi gempa tetap terjaga.

“Untuk pendeteksi gempa ini semakin banyak semakin bagus, jadi memang perlu dukungan semua pihak,” jelasnya.

Untuk diketahui, BMKG Wilayah V Jayapura selama ini   terus menginformasikan  bencana gempa bumi ke masyarakat melalui media sosial yang ada.

” harapan besar kepada masyarakat agar ikut menjaga, karena solar cell dan dan alat penting lainnya juga sering hilang. Akibatnya mempengaruhi pendeteksi gempa di Papua,” tambahnya.

Sebelumnya, media ramai memberitakan jika  pendeteksi tsunami atau Buoy sudah tak berfungsi lagi, padahal Indonesia wilayahnya dikelilingi perairan yang memang perlu adanya alat tersebut.

Disebutkan, memasang peringatan dini atau semacamnya sudah terbatas karena terus ada pemangkasan anggaran yang berdampak pada pemeliharaan dan lainnya. (Fai/jpra)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.