Danrem 071 Wijayakusuma Berikan Edukasi Bela Negara dan Kenalkan Nutrisi Wijaya Kusuma

Cianjur – Sebagai sebuah negara dengan keragaman hayati dan potensi sumber energi yang sangat besar, di tahun 2030, Indonesia diprediksi masuk dalam salah satu negara yang berkekuatan besar, hal ini merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh MGI (Mckinsey Global Institute).

Itulah kalimat pembuka dari Danrem 071 Wijaya Kusuma, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, SSos Mhan, saat memberikan materi bela negara di Vila Lotus Garden Kampung Sindang Laya, Cianjur, Jawa Barat. Jumat (19/7/2019).

Dibeberkan Danrem, Indonesia memiliki tiga sektor utama yaitu ekonomi konsumtif, pertanian dan perikanan, serta energi, yang sudah mulai tidak dimiliki negara-negara lainnya. Namun untuk mencapai posisi itu, diperlukan kerja sama seluruh pihak yang ada di dalam negara, sehingga bela negara merupakan langkah utama yang harus dilakukan untuk melindungi potensi tersebut. Pasalnya, imperialisme tidak lagi dilakukan dengan invasi militer, melainkan beralih ke proxy war.

“Satu contoh proxy war adalah dengan merusak ketahanan pangan/energi suatu negara untuk menciptakan ketergantungan kepada negara lainnya, sehingga bela negara menjadi kewajiban seluruh warga negara Indonesia,” terangnya.

Bela negara dapat dilakukan secara aktif oleh setiap warga negara sesuai dengan profesi dan kemampuannya masing-masing. Bagi masyarakat petani/perkebunan seperti di Cianjur, profesi ini juga memegang aspek strategis bagi negara karena berpengaruh terhadap ketahanan pangan nasional, karena akan berpengaruh langsung pada kesejahteraan rakyat secara langsung.

Sebagai pertahanan kewilayahan, Korem 071/WK berperan aktif melakukan pembinaan ketahanan pangan dengan memanfaatkan SDM dan SDA secara efektif, efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Terobosan baru yang dilakukan adalah di bidang pertanian dengan konsep “back to the nature”, yaitu Pupuk Wijayakusuma, pupuk cair organik yang benar-benar aman dari dari residu kimia yang dapat mengganggu dan membahayakan lingkungan maupun kesehatan manusia.

Latar belakang Korem 071 Wijayakusuma turut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan adalah adanya keluhan petani tentang kesuburan, keasaman tanah dan hasil panen. Ini merupakan bagian dari ketahanan nasional demi menjaga kedaulatan bangsa.

“Pupuk Nutrisi Wijayakusuma ini semata-mata merupakan ikhtiar kami untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian dengan pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman apa saja,” imbuh Dani.

Ditambahkannya, jajaran Korem 071/WK melalui Kodim-Kodim, sudah menggunakan pupuk nutrisi yang bisa menstabilkan pH tanah. Sebagai contoh, Dandim Tegal sudah membuka lahan persawahan seluas 110 hektar sebagai sosialisasi Nutrisi Wijayakusuma kepada petani. Salah satunya adalah di Desa Tarub, Kecamatan Dukuh Waru. Padi yang dipupuk dengan Wijaya Nutrition, lebih tahan dari serangan hama sehingga saat panen hasilnya meningkat dari semula hanya 6 kwintal menjadi 1 ton.

“Tidak ada niat untuk mengintervensi petani untuk menggunakan pupuk nutrisi Wijayakusuma tersebut, tapi mencarikan solusi permasalahan tersebut, agar masyarakat petani bisa senang, senyum dengan hasil yang memuaskan,” pungkasnya. (Didi-Aan).

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.