Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi Dunia, Indonesia Lebih Beruntung Dibanding Amerika Serikat Dan Uni Eropa

Loading...

JEMBER- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menuturkan, adanya pandemi Covid-19 lebih dari 290 negara kegiatan perekonomian terkena dampaknya, begitu pula dengan Indonesia.Sabtu, (3/10).

Namun demikian, kata Teten, Indonesia  dikatakan masih beruntung, sebab, Indonesia hanya mengalami kontraksi (kegoncangan) ekonomi minus 5,3 persen.Lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara Barat seperti Eropa, Amerika Serikat juga sebagian negara-negara Asia.

“Kita masih beruntung minus 5,3 persen, sementara kalau kita lihat Singapura sudah minus 23 persen, Amerika Serikat minus 9,5 persen dan Uni Eropa minus 14,5 persen, ” kata Teten dihadapan Plt.Bupati Muqit Arief dan pejabat terkait lainnya, saat sebelum acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Cool Storage kemudian berlanjut pelepasan truk kontainer armada kedelai edamame, PT Mitratani Dua Tujuh guna dikirim ke luar negeri.

Ia menambahkan, saat ini Pemerintah sedang berusaha bagaimana supaya di kwartal ketiga bisa positif, minimal tidak terkontraksi terlalu dalam.Supaya nanti di kwartal berikutnya pergerakan roda ekonomi Indonesia melaju tidak terlalu berat.

Teten menjelaskan, bukan hal yang mudah mewujudkan keinginan tersebut.Untuk itu berbagai upaya dilakukan pemerintah agar Indonesia terhindar dari jurang terlalu dalam akibat imbas covid-19, yakni dengan mengeluarkan bermacam-macam kebijakan yang tujuanya agar beban ekonomi masyarakat menjadi ringan, seperti melalui program jaminan sosial, program restrukturisasi pinjaman, termasuk subsidi bunga, subsidi pajak, hibah modal kerja usaha dan masih banyak program lainnya.

“Kenapa bisa terjadi (Indonesia minus 5,3 persen), karena ekonomi kita lebih banyak mengandalkan faktor-faktor domestik, yakni belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat yang diatas 50 persen, ” jelas Teten.

Teten mengungkapkan, memang dari segi investasi Indonesia tidak berpengaruh terlalu signifikan.Hanya saja ketika pandemi covid-19 sedang melanda, banyak orang yang kehilangan pendapatan, kehilangan pekerjaan karena di PHK.Begitu pula dengan UMKM, omsetnya turun karena daya beli masyarakat menurun.

“Oleh karenanya, kita harus melirik pasar ekspor dan pemerintah sekarang juga gencar membantu dengan cara membeli produk-produk koperasi dan UMKM melalui belanja Pemerintah dan BUMN,”.(Tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.