Dampak Banjir Karangrejo, Tebing Sungai Longsor 200 Meter, 1000 KK Jadi Korban

Jember- Akibat hujan deras, tebing sungai posaran tepatnya di 10 meter barat SDN 02 Dusun Karanganyar Desa Karangrejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, mengalami longsor hingga amblas pada Senin malam kemarin.

Tinjauan di lapangan, kondisi longsor yang disebabkan debit air naik dan arus yang sangat kencang ini, lebarnya mencapai 3 meter dengan panjang 20 meter.Tak hanya itu, longsor juga mengakibatkan bahu jalan yang berada di pinggir sungai sebagian juga ikut amblas. Rabu, (20/01/21).

Kepala Desa Karangrejo Nurul Huda mengungkapkan, tebing sungai posaran di lokasi longsor sekitar 200 meter tebing sungai berpotensi terjadinya longsor susulan.Kondisi ini tentunya sangat membahayakan bagi warga sekitar dan pengguna jalan.

Oleh karenanya, usai meninjau lokasi pihaknya langsung membuat laporan pemberitahuan bencana kepada Muspika Gumukmas, BPBD , Dinas SDA dan Bupati Jember, saat ini petugas desa sedang meluncur ke sana.

“Selanjutnya kita nanti akan koordinasi tingkat desa musyawarah bersama baik warga dan Pemdes, sekaligus menunggu informasi dari dinas terkait perihal penanganan longsor, ” ujar Huda.

Karena kondisi jalan saat membahayakan, sementara untuk kendaraan roda 4 dilarang melewati lokasi bencana.Jika nanti dirasa mengkhawatirkan dirinya berencana menutup total jalan tersebut.

Huda menandaskan, jalan tersebut merupakan akses vital anak-anak berangkat sekolah dan juga masyarakat pergi ke pasar serta ke sawah.Karena debit air yang belum turun juga intensitas hujan yang masih tinggi, pihaknya kini belum berani melakukan upaya apapun terkait perbaikan.

“Karena kondisi air seperti ini kita masih menunggu surutnya air, karena jika memaksa di lakukan penanganan dengan kondisi seperti ini maka berpotensi membahayakan petugas dan warga yang bekerja, ” Pungkasnya.

Mirisnya, kata Huda, sepanjang wilayah Dusun Karanganyar karena posisinya berada di pinggir sungai yang tebingnya agak dalam memang berpotensi longsor ketika terjadi hujan lebat dan debit air sungai yang meninggi.

Banjir yang terjadi di wilayahnya, papar Huda, menyebabkan sekitar 1000 KK telah menjadi korban terdampak dengan ketinggian mencapai 30 hingga 100 cm. Jumlah korban tersebut meliputi 7 RW.

“Kami mulai kemarin sudah mulai membuka dapur umum, kita salurkan 1500 bungkus dibagikan kepada warga dan itupun ada yang belum tersalurkan, ” katanya. (Tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.