Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Curi Listrik Tegangan Tinggi, Hakim Vonis PT Cahaya Citra Alumindo Denda Rp 2,5 Miliar

Loading...

SURABAYA – PT Cahaya Citra Alumindo, sebuah perusahaan produsen sendok dan garpu di kawasan Damar Industri Margomulyo Surabaya dinyatakan (vonis) bersalah atas kasus pencurian listrik bertegangan tinggi.

Pernyataan bersalah itu dituangkan Ketua majelis hakim Anne Rusiana dalam persidangan yang digelar di ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (13/2/2020).

Dalam putusan menyebutkan, PT Cahaya Citra Alumindo yang diwakili oleh Direktur Utama, Michael dihukum membayar denda sebesar Rp 2,5 milliar dan apabila tidak dibayar sejak putusan pengadilan dinyatakan inkracht. Maka Kejaksaan dapat menyita harta benda yang dimiliki perusahaan. Vonis ini sama dengan tuntutan yang dijatuhkan Kejari Tanjung Perak.

“Denda dibayar setelah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap dan apabila tidak dibayar maka Kejaksaan dapat menyita harta bendanya,” kata Hakim Anne Rusiana saat membacakan amar putusannya diruang sidang Garuda 2 PN Surabaya, Kamis (13/2).

Atas putusan tersebut kuasa hukum PT Cahaya Citra Alumindo, Rudolf Ferdinand Purba mengaku akan menempuh upaya hukum.

“Hari ini juga kami akan menyatakan banding,” katanya saat dikonfirmasi usai persidangan.

Diungkapkan Rudolf, Kliennya tidak pernah melakukan pencurian listrik. Ia menyebut klieny tidak pernah merusak maupun membongkar meter listrik.

“Karena kesalahan bukan di pihak kami atau perusahaan kami. Tetapi di tahap awal bukti, bukti-bukti mengerucut di PLN sendiri. Seperti gembok pada kwh meter itu ternyata dibuka kunci dari PLN. Semua dari PLN, kami tidak memasang itu. Dan PLN berapa kali melakukan perubahan kwh berkali-kali. Selama kita tambah daya,” ungkapnya.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, Zulfikar mengaku masih menyatakan pikir-pikir.

“Kami masih laporkan dulu putusan ini ke pimpinan. Sementara masih pikir pikir dulu,” pungkasnya.

Diketahui, Kasus kejahatan korporasi pencurian listrik ini disidik oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya .

Kasus pencurian listrik tegangan tinggi ini dilakukan PT Cahaya Citra Alumindo sejak 3 Juni hingga 14 Oktober 2016. Modusnya, dengan menggunakan alat tenaga listrik untuk memanipulasi pengukuran listrik yang dijual ke UD Cipta Karya, yang mengakibatkan PT PLN (Persero) mengalami kerugian sebesar Rp 13 miliar.

Perusahaan yang berlokasi di Damar Industri B 37-39 Margomulyo, Surabaya ini disangkakan melanggar pasal 51 ayat (3) juncto Pasal 55 UU RI huruf a UU RI No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. (Agus DC)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.