Curhat Peternak Jangkrik di Lokasi TMMD Pemalang, Gunakan Hati

Pemalang – Sebagai perangkat desa, Hadi Nuryanto (41) Kadus 5 Parungkudi Desa Jatiroyom Kecamatan Bodeh, tentunya pengabdian kepada masyarakatnya wajib dijalankan dengan maksimal. Pengabdian yang artinya keikhlasan, karena pasti berbanding terbalik dengan kesejahteraan yang didapatkannya.

Untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan dua orang anak, selain bertani dirinya bersama sang istri, Fitri (39), menggeluti usaha ternak jangkrik. Saat ini mereka memiliki 10 box kandang jangkrik dengan ukuran panjang 2,5 meter,  lebar 1,5 meter dan tinggi 70 centimeter.

Ditanya penghasilan oleh Kopda Mulyo, anggota dokumentasi lapangan TMMD Kodim 0711 Pemalang, Kadus tersebut mengaku setiap kali panen keuntungannya antara 1,5–2 juta rupiah dalam 30 hari jangkrik siap panen.

“Untuk harga perkilo bervariasi Pak, naik turun antara 40-70 ribu rupiah, tergantung besar kecil, kualitas dan banyaknya stok. Saat ini harga sedang merosot karena banyak peternak yang panennya berhasil,” ungkap Kadus yang membawahi 60 KK dan 100 orang daftar pemilih tetap (53 rumah).

Diketahui, usaha budidaya jangkrik sangat prospektif. Jangkrik dimanfaatkan banyak orang untuk pakan burung, tokek, umpan ikan hingga dikonsumsi manusia untuk pengobatan. Pertumbuhannya terbilang cepat dalam waktu 25 hari dari telur hingga tumbuh dewasa.

“Saya memelihara jangkrik dengan rumus sendiri setelah memahami perilaku dan kebutuhan makanan jangkrik. Yang paling penting, saya menggunakan hati seperti melayani masyarakat saya,” imbuhnya. (Aan Pendim Pemalang).

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.