Cek Halte Terbengkalai di Kota Bengkulu, Ketua Komisi II Rekomendasikan ini 

Nusantaraterkini.com, Bengkulu – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Joanidi SP , Pengecekan  keberadaan halte Bus Rapit Transit (BRT) Trans Rafflesia di sepanjang wilayah Kota Bengkulu. yang tercatat sebagai aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu tersebut, tidak lagi dimanfaatkan.

“Untuk itu Beliau Memberi saran agar Pemerintah Provinsi Bengkulu Menghapusnya sebagai aset, lalu dilelang, dan kiloi saja”, Ujar Jonaidi SP,MM pada selasa (04/07/2023.

Jonaidi SP mengakui, diketahui jika halte tersebut anggaran untuk pengadaannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), berikut dengan busnya. Tetapi sekarang ini bus nya tidak mampu dioperasionalkan lagi, lantaran membutuhkan anggaran operasional dan perawatan, serta sopirnya juga perlu dibayarkan gaji atau honornya.

“Itu adalah Problem sekaligus bukti nyata ketidak konsistenan Pemprov Bengkulu dalam hal perencanaan. Coba sejak awal perencanaannya dilakukan secara matang dan mengetahui hal yang akan mengakibatkan terbengkalai, pasti Pemprov Bengkulu menyadari untuk operasional BRT Trans Raflesia itu butuh anggaran yang lumayan besar untuk beraktifitas di dalam wilayah Kota Bengkulu ini.

Satu dari 24 Halte Bus di Bengkulu yang Terbengkalai

Termasuk juga busnya, pasti butuh perawatan seperti pergantian suku cadang. Begitu juga dengan haltenya, secara otomatis juga butuh yang namanya pemeliharaan. Halte BRT Trans Raflesia yang kondisinya tidak layak lagi karena mengalami kerusakan , menunjukkan bahwasanya tidak ada perawatan  sama sekali,” sindirnya.

Ditegaskan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi ini, dengan fakta yang ada sekarang itu, jangan-jangan program BRT Trans Raflesia, hanya bermaksud untuk mengambil busanya saja.

“Karena saat ini kelihatannya program itu tidak lagi menjadi prioritas Pemprov Bengkulu, sebaiknya aset tersebut dihapus saja. Kemudian dilelang, dan kiloi saja,” bebernya,

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Bambang ASB mengemukakan, keberadaan 24 halte BRT Trans Rafflesia di sepanjang wilayah Kota Bengkulu akan dikaji ulang.

“Pengkajian dilakukan karena halte sudah tidak layak dan harus dibongkar. Dari pengkajian itulah nantinya bisa diketahui langkah apa yang akan diambil,” Tutupnya.(adv)

 

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.