Cara Menyekolahkan Limbah Plastik, Edukasi Non Fisik TMMD Reguler Pekalongan

Loading...

Pekalongan – Pelatihan keterampilan pengelolaan limbah plastik diberikan oleh Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XX Kodim 0710 Pekalongan, kepada PKK dan pelajar sekolah di Balai Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Rabu (18/3/2020).

Persit mengusung tema “Cara Menyekolahkan Limbah Plastik”, dimana artinya adalah limbah yang dulunya menjadi sampah, kini naik kelas menjadi bahan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan bahkan memiliki nilai jual seni.

Disampaikan Pelda Karyono, salah satu Babinsa dari Koramil 09 Buaran, bahwa kegiatan Persit Kodim Pekalongan dalam rangka memberikan warna di non fisik TMMD.

“Ibu-ibu Persit datang kesini untuk menularkan ilmu pengolahan sampah plastik kepada Ibu-ibu PKK dan adik-adik pelajar di Desa Pantirejo untuk mengurangi limbah plastik,” ucapnya.

Dengan kegiatan tersebut, Karyono berharap khususnya kepada pelajar agar peduli dengan kebersihan lingkungan sekitar.

“Kenapa ini disebut limbah nyekolah (disekolahkan – red), karena dulunya barang tidak berguna, setelah diberikan seni maka akan menjadi karya seni yang menggugah orang untuk belajar mengikuti cara pembuatannya,” tandasnya.

Terbit : - Jam : 10:14


Di kesempatan ini juga, Persit membawa contoh barang-barang hasil karyanya seperti bunga dan hiasan meja tamu lainnya, tas, tempat pensil, tempat tisu, dan lain-lain. Kesemuanya terbuat dari bahan plastik.

Sementara Ketua Persit, Ny. Evi Arfan Johan, menyatakan bangga atas antusias ibu-ibu dan pelajar Desa Pantirejo, dalam menyerap ilmu yang ditularkannya. (Aan/Red)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Aksi Dilarang