Terbit : 13 Agustus, 2019 - Jam : 22:46

Capaian TMMD Reguler Tegal, Membuat Iri Kepala Desa Harjasari Suradadi

Loading...

Tegal – Adalah Marto (50) Kepala Desa Harjasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, memandang program TMMD Reguler 105 Kodim 0712 Tegal, di Desa Jatimulya yang merupakan desa tetangganya, juga berbuah sangat positif warganya.

Dimaksudkan Kades tersebut adalah, pembangunan sasaran fisik terutama makadam sepanjang 1,6 kilometer lebar 3 meter sebagai Jalan Usaha Tani (JUT), akan menguatkan perekonomian warganya termasuk harga tanah di sekitar tepian makadam akan mengalami kenaikan yang cukup berarti. Juga ongkos angkut panen menjadi lebih murah karena kendaraan pengangkut panen roda empat dapat mengakses sampai tepi makadam yang selama ini menggunakan jasa traktor pertanian penarik gerobak.

Marto mewakili seluruh warga masyarakatnya mengucapkan terima kasih kepada TNI Kodim serta Pemerintah Daerah, tentunya dengan tidak mengesampingkan seluruh pihak lainnya yang juga telah membantu mendongkrak roda perekonomian menjadi kian bergairah sehingga kesejahteraan masyarakat tercipta kedepannya.

Melihat akses pendekat dari Jatimulya menuju desanya sudah layak disebut jalan, pihaknya juga akan segera melakukan Musrenbangdes guna membahas tindak lanjut hasil pembangunan TMMD Reguler tersebut, untuk menyambungkan jalan yang masih tanah dengan makadam 1,6 kilometer.

“Kami juga akan segera membahas dalam rapat desa terkait pembangunan makadam sepanjang 260 meter, untuk menyambung makadam TMMD Reguler, sehingga makadam yang dibangun TNI sempurna masuk Harjasari,” terangnya kepada Serda Mursidi, Babinsa Jatimulya dari Koramil 05 Suradadi.

Dikatakannya juga, selaku Kades, dirinya iri dengan adanya program TNI yang menggandeng seluruh dinas terkait, segenap komponen serta masyarakat di dalamnya, sehingga kualitasnya bagus. Pun dengan kesadaran warga masyarakat akan pentingnya gotong-royong meningkat tajam. Ini semua tidak terlepas dari budaya untuk malu yang dicontohkan anggota Satgas TMMD.

“Kini budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan bukan hanya cerita belaka dan nyata di Jatimulya,” tambahnya saat didampingi Kadus Dukuh Randu, Harjasari, Rahman (51). (Aan/Red)

Loading...
Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.