Bupati Manggarai Barat Remiskan Penerbangan Perdana Armada Transportasi Helikopter

Loading...

Manggarai Barat – Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula meresmikan penerbangan perdana armada transportasi udara helikopter milik Pemkab Mabar di halaman Kantor Bupati Mabar, Senin pagi (17/2). Launching hari ini dilakukan setelah dua kali melakukan penerbangan percobaan di wilayah kabupaten Manggarai Barat pada Minggu (7/2) dan Jumat (14/2) kemarin.

Acara launching helikopter yang bernomor seri BK117 PK CFS diawali dengan misa pemberkatan helikopter dan ditandai 3 kali penerbangan mengitari kota Labuan Bajo. Misa pemberkatan dipimpin oleh Romo Lorens Sopang., Pr. Setelah misa, Bupati Gusti Dula didampingi ibu Maria Aloisia M. Daduk, S.Pd (ibu Wis Dula) dan Romo Lorens Sopang menumpang helikopter lalu terbang sekitar 20 menit mengitari kota Labuan Bajo. Kelompok terbang (kloter kedua, Kepada Dinas Peternakan, ibu Ney Asmon bersama sejumlah ASN terbang selama 20 menit mengelilingi kota Labuan Bajo dan sekitarnya.

Hibah dari BNPB

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, Drs.Dominikus Hawan menjelaskan, helikopter itu hibah dari pemerintah pusat, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dihibahkan kepada BPBD kabupaten Manggarai Barat untuk digunakan sesuai peruntukannya, yakni mempercepat pelayanan pemerintah, khususnya menangani bencana alam yang terjadi di wilayah kabupaten Manggarai Barat.

“Helikopter ini hibah dari BNPB untuk pemkab Manggarai Barat. Seluruh biaya operasional dan pilot helikopter disediakan oleh pemerintah pusat”, ujar Domi Hawan.

Ia menambahkan, helikopter itu tiba di Labuan Bajo saat Presiden Jokowi mengunjungi wilayah itu pada pada 19 Januari 2020 lalu. Sudah dua kali melakukan penerbangan percobaan di wilayah kabupaten Manggarai Barat. Penerbangan pertama, Minggu (7/2) Bupati Gusti Dula dan Kepala BPBD Mabar, Domi Hawan menumpang helikopter tersebut mengitari kawasan perairan Labuan Bajo selama 3 jam.

“Penerbangan kedua dilakukan tanggal 14 Februari kemarin. Saya dan beberapa orang BOP dan BTNK menumpang helikopter itu. Kami meninjau kawasan bentang alam Mbeliling lalu ke kecamatan Sano Nggoang hingga landing di Loh Buaya kawasan Taman Nasional Komodo selama 3 jam. Meninjau lokasi bencana tahun lalu. Selama peninjauan udara sangat jelas terlihat banyakbsekali tirik kerusakan kawasan pegunungan Mbeliling akibat bencana longsor yang terjadi tahun lalu,” ungkap Domi Hawan.

Ia juga mengatakan, penanganan darurat jika terjadi bencana bisa dilakukan secepatnya dengan adanya moda transportasi udara tersebut. Terutama evakuasi korban bencana dan pendistribusian logistik bencana ke lokasi yang terpapar bencana alam.

“Ya, kita sangat bersyukur dengan adanya helikopter ini. Memang kita tentu Tidak menginginkan bencana.. Akan tetapi jika hall itu terjadi kita tidak ada alasan pemerintah lambat menangani bencana alam. Kita sudah punya armada yang sudah memadai,” kata Domii Hawan.

Ia juga menuturkan pengalamannya ketika menangani bencana alam yang terjadi pada Maret 2019 lalu. Hari pertama dan kedua menemui kesulitan menyalurkan bantuan logistik kepada para korban bencana akibat ruas jalan putus.

“Kita berharap, pengalaman tahun lalu itu tidak terulang lagi ke depan dengan adanya armada helikopter ini”, kata Domi Hawan. (Paulus Tengko)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.

Aksi Dilarang