Buntut Dari Keluhan Pengrajin Bata Di Empat Lawang, Dinas Perkim Tidak Tahu Soal Material Bedah Rumah

EMPAT LAWANG Nusantaraterkini.com – Terkait masalah sejumlah pengerajin batu bata di Kabupaten Empat Lawang yang mengeluhkan dengan keadaan beberapa tahun belakang ini karena sangat sepinya pembeli, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) tidak tahu masalah pembelian material untuk program Bantuan Stimulan Program Swadaya (BSPS).

Padahal dalam dua Tahun terakhir ini terlihat Bantuan Stimulan Program Swadaya (BSPS) atau yang sering dikenal Program bedah rumah sudah hampir Seribu unit rumah yang mendapatkan bantuan, berarti memang sangat banyak butuh batu bata untuk memenuhi kebutuhan bantuan BSPS ini. Diberitakan sebelumnya dengan judul “Sepi Pembeli, Pengrajin Batu Bata Di Empat Lawang Mengeluh”

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Suan Amri melalui Kepala Bidang (Kabid) Perkim Elvansyah Muda mengatakan, kalau mengenai material yang dibutuhkan bedah rumah itu, pihaknya mengaku tidak tahu sama sekali berapa rincian semuanya itu.

“Nah kalau untuk batu bata itu kita tidak tahu, karena itu (Bedah Rumah,red) memakai dana APBN. Coba kamu langsung cros cek aja langsung aja ke koordinator Kabupaten (Korkab),” Kata Elvan sebagai pejabat Dinas Perkim yang menaungi Bidang bedah rumah tidak tahu apa-apa saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (26/4/2021).

Disambung ceritanya oleh salah satu oknum ASN di kantornya menyampaikan, bahwa pihaknya cuma memverifikasi data saja.

“Kita disini cuma tim verifikasi aja, kalau mereka sudah selesai,” ungkapnya.

Masih Dikatakan Elvan, Kalau BSPS APBD pihaknya tahu berapa detailnya tapi saat ini belum berjalan.

“Kalau BSPS APBD tanya sama saya, batu bata itu beli dimana dan jumlahnya rincianya berapa kita tahu,” sampainya.

Namun saat disinggung mengenai berapa jumlah dana untuk besaran satu unit rumah penerima bantuan BSPS pihaknya tahu.

“Jumlah besaran uang itu yg diberikan kepada penerima bantuan BSPS itu sebesar 20 juta rinciannya ngax tahu kita, namun itu yang diberikan berupa material. Kalau upah tukang itu saya rasa gak ada, Tapi Dia itu ada kontribusi dari masyarakat namanya swadaya,” ujarnya. (Ardi)

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.