Buka Sosialisasi Bahaya Intoleransi dan Radikalisme, Bupati Blitar Pesankan Ini

Blitar – Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah membuka Sosialisasi Membangun Sinergitas untuk Melindungi Anak Bangsa dari Bahaya Intoleransi dan Radikalisme bagi Guru SD – SMP di Kabupaten Blitar bertempat di Aula Candi Penataran Kantor Bupati Blitar pada Rabu, 3 Juli 2024.

Dilansir dari akun Instagram prokopim.blitar, sosialisasi ini diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur bekerja sama dengan BNPT RI dan Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur.

Untuk mencegah radikalisme dan terorisme, Ketua FKPT Jawa Timur Prof. Hesti Amirwulan bersama jajaran melakukan pendekatan kearifan lokal seperti dialog bersama tokoh agama, pemberdayaan masyarakat muda, memberlakukan kesetaraan gender dan menjaga keamanan netizen society atau warga dunia.

Mak Rini sapaan akrab Bupati Blitar menyampaikan radilkalisme dan intoleransi merupakan ancaman serius bagi bangsa dan negara, karena dapat menggerus persatuan dan harmoni bangsa. Oleh karena itu, upaya pencegahannya menjadi sangat penting untuk dilakukan. Pencegahan bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

“Untuk itu dalam kesempatan ini saya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen untuk terus bersinergi dengan semua pihak dalam upaya pencegahan paham radikalisme dan intoleransi” ujar Mak Rini.

Bupati Blitar mendorong partisipasi masyarakat termasuk guru SD maupun SMP untuk mencegah paham radikalisme dan bahaya intoleransi masuk ke sekolah – sekolah. Pencegahan ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan memaksimalkan kegiatan yang positif bagi anak didik yang sarat dengan persatuan dan toleransi beragama.

“Saya juga mengajak semuanya yang hadir untuk bersinergi dan ikut serta bersama pemerintah menjaga Kabupaten Blitar dari bahaya radikalisme dan intoleransi dengan bersatu padu demi mewujudkan Kabupaten Blitar yang aman, damai, dan kondusif. (*)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.