Buat Aturan Lokdown Sendiri, PT Imasco Asiatic Larang Pekerja Muslim Keluar Sholat Jumat

Jember,Nusantaraterkini.com – Menindak lanjuti pengaduan pekerja lokal PT Imasco atas tindakan kesewenang-wenangan dari pihak manajemen perusahaan terhadap pekerja lokal, serta perlakuan istimewa kepada pekerja asing di PT Imasco Asiatic, Komisi D DPRD Kabupaten Jember menggelar Insepsi Mendadak (Sidak) ke lokasi pabrik semen PT Imasco Asiatic di Kecamatan Puger.

 

“Komitmen kami waktu Audensi kemarin akan Sidak, sekarang kita bisa memenuhi yang juga dihadiri oleh Dinas Tenaga kerja Provinsi dan Kabupaten serta BPJS tenaga kerja, ” kata Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Jember Edi Cahyo Purnomo kepada sejumlah awak media , usai kegiatan sidak pada Senin siang (15/02/21).

Lanjut Edi, ada beberapa poin penting yang disampaikan komisi D kepada pihak manajemen terkait isi pengaduan tenaga kerja PT Imasco Asiatic ini, diantaranya mereka mengeluh tidak diberi kesempatan keluar lokasi pabrik tanpa alasan, meski untuk sholat jumat sekalipun.Hal ini juga di akui sendiri oleh pihak perusahaan, meski untuk penyediaan fasilitas masjid masih direncanakan.

Terkait pelarangan keluar lokasi pabrik, kata Edi, Pihak Imasco menerapkan aturan Lokdown sendiri berdalih pandemi Covid-19.Padahal pemerintah sendiri tidak menerapkan Lokdown.

Mirisnya, meski diterapkan Lokdown, pihak manajemen sendiri tidak menyediakan fasilitas Masjid bagi tenaga kerja Imasco yang beragama Islam, sehingga pekerja lokal muslim kesulitan untuk menjalankan ibadah sholat jumat.

Edi menegaskan, dengan tindakan membuat aturan sendiri seperti itu, jangan sampai pihak Imasco Asiatic mendirikan negara di atas negara.Aturan Lokdown yang membuat pemerintah pusat bukan PT Imasco Asiatic.

“Pemerintah gak ada lokdown, kalau perusahaan (PT Imasco Asiatic) mengambil aturan sendiri dengan kondisi lokdown, kan itu mendirikan negara diatas negara, ” Tegas Edi.

Menurut Dia, soal membuat aturan pihak manajemen PT Imasco Asiatic harus memperhatikan hak-hak tenaga kerja, terutama pekerja wanita.

Atas kebijakan Lokdown yang ngawur dari PT Imasco tersebut, Edi memerintahkan agar pihak manajemen segera komunikasi dengan Gugus Tugas Covid-19 , untuk segera mencabut aturan Lokdown bagi pekerja lokal Imasco Asiatic.

“Saya sampaikan dengan keras ini hak-hak tentang tenaga kerja, disitu ada tenaga kerja perempuan, yang punya anak itu bagaimana kan harus diperhatikan, ” katanya.

Sementara pihak PT Imasco Asiatic tidak memberi kesempatan wartawan nusantaraterkini.com untuk memasuki lokasi pabrik guna meminta keterangan dari pihak perusahaan serta meliput secara langsung agenda Sidak Komisi D tersebut. (Tahrir)

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.