Bob Narua : Freddy Thie Harus Ganti Rugi Beras 50 Ton Milik Abdul Munif

Nusantaraterkini.com (Surabaya)– Surat somasi (teguran) kesatu tanggal 8 Februari 2021 yang dilayangkan Pieter Talaway selaku kuasa hukum bos perusahaan pelayaran nasional PT Persada Nusantara Timur (PNT), Freddy Thie kepada salah satu pelanggannya, Abdul Munif mendapat tanggapan dari Bob Narua sebagai pihak yang ditugasi Abdul Munif mengurus pengiriman beras 50 ton senilai Rp 575 juta tujuan Surabaya – Kaimana. Bob Narua mengatakan statemen Pieter Talaway yang menyatakan proses ganti rugi beras 50 ton milik Abdul Munif menunggu keputusan Mahkamah Pelayaran tidak tepat. 

“Ada beberapa dokumen yang wajib diberikan PT PNT kepada Abdul Munif tetapi tidak diterima, yaitu Konosemen (surat muatan kapal), Manifes (daftar isi muatan), Biro Klasifikasi Internasional, dan Surat Ukur Layar. PT PNT hanya memberikan Surat Izin Berlayar (SIB) KM Senja Persada rute Surabaya – Jampea. Tindakan PT PNT tidak memberikan dokumen secara lengkap mengakibatkan Abdul Munif tidak bisa mengurus asuransi,” beber Bob Narua, Jumat (19/2/2021).

Laki-laki yang mengaku sudah menjalin relasi lama dengan PT PNT dan kenal baik dengan Cik Betty (kakak kandung Freddy Thie) mengaku kecewa sikap Freddy Thie yang terkesan lepas tangan dan tidak mau memberikan ganti rugi kepada Abdul Munif. Ia menyayangkan tudingan Freddy Thie melalui kuasa hukumnya yang menilai Abdul Munif tidak beritikad baik.

“Saya dan Abdul Munif sudah berulang kali menyurati PT PNT untuk meminta ganti rugi beras 50 ton yang tenggelam saat diangkut KM Senja Persada milik PT PNT. Hasilnya sampai sekarang hanya omong kosong dan PT PNT hanya mengembalikan biaya ongkos kirim yang telah dibayar Abdul Munif,” ujarnya.

Bob Narua meminta Freddy Thie jangan sombong yang menilai beras milik Abdul Munif hanya seharga Rp 500 jutaan tidak sebanding dengan harga kapalnya yang tenggelam. Ia menaksir harga KM Senja Persada milik Freddy Thie hanya senilai Rp 1,5 miliar saja, itupun kalau ada yang mau membeli. Bob Narua merasa kasihan kepada Abdul Munif karena jatuh bangkrut dan terpaksa menjual harta bendanya gegara beras 50 ton miliknya belum jelas ganti ruginya.

Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang menyelidiki dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan beras 50 ton milik Abdul Munif angkat bicara perkembangan terbaru kasus tersebut. Penyelidik Unit Inafis, Aiptu Arnawan, Sabtu (20/2/2021) yang menangani perkara tipu gelap itu menyatakan pihaknya menunggu hasil sidang Mahkamah Pelayaran. (Fajar Yudha Wardhana)

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.