BNNP Bengkulu Ungkap Sindikat Pengedaran Sabu dan Tangkap 3 Tersangka

NusantaraTerkini.Com, Bengkulu – Tim pemberantas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, berhasil mengungkap sindikat pengedaran sabu serbuk Kristal Biru Seberat 3 Ons, dan menangkap 3 orang tersangka, Kamis (3/4/18) sekira pukul 06:30 WIB, di Jalan Raya Manna-Kaur, Desa Lubuk Ladung, Kecamatan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan. Ketiga tersangka tersebut yakni AR (22) warga Desa Gunung Kembang, Kabupaten Bengkulu Selatan, WA (21) warga Manna dan ES (31) warga Kota Bengkulu.

Penangkapan terhadap pelaku tersebut, adanya dugaan sindikat Bandung yang terkoneksi dengan Lapas Bentiring akan mengirimkan narkotika jenis sabu Ke Bengkulu. Setelah diselidiki, tim langsung melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka, yakni AN dan WA. Saat itu, kedua tersangka ini berniat ingin mengantarkan sabu ke Bengkulu menggunakan mobil travel, namun saat melintasi jalan Raya Manna-Kaur, Desa Lubuk Ladung, Kecamatan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan, tim langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan di mobil yang digunakan tersangka.

Saat digeledah, tim pemberantasan BNNP Bengkulu menemukan satu bungkusan plastik di plafon bagian belakang sebelah kiri mobil yang berisi 5 paket serbuk kristal warna biru. Diduga serbuk itu narkotika golongan I jenis sabu seberat 3 ons, yang rencananya akan diedarkan tersangka ke Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kota Bengkulu.

“Tersangka satu lagi yakni EK kita tangkap setelah tim melakukan pengembangan. Tim juga menemukan barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika,” kata Brigjen Pol Nugroho Aji Wijayanto, Kepala BNNP Bengkulu, saat menggelar release di Kantor BNNP, Jum’at (4/5/18).

Selain itu, tim juga mendapati barang bukti (BB) berupa 5 unit handphone, 2 buah kartu ATM, 1 buku tulis yang digunakan tersangka sebagai nota catatan jual beli narkotika, 2 buah timbangan digital dan 1 buah isolatif. “Dari barang bukti yang disita dapat menyelamatkan 3000 jiwa, calon yang akan mengkonsumsi narkotika,” ujar Nugroho.

Barang Bukti

Ketiga tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) JO Pasal 132 Ayat (1) SUB Pasal 112 Ayat (2) JO Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (dk)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.