BMP Papua: 1 Juli Bukan HUT TPN-OPM, Masyarakat Jangan Terprovokasi

NusantaraTerkini.Com, Jayapura – Barisan Merah Putih (BMP) Papua tak mengakui bahwa 1 Juli diklaim sebagai HUT kelompok yang menamakan diri sebagai Tentara  Pembebadan Nasional / Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).

“Kami selaku masyarakat Papua tidak mengakuinya karena yang benar adalah bahwa 1 Juli merupakan HUT Bhayangkara (HUT Polri),” jelas Ramses Ohe Ketua Barisan Merah Putih  (BMP) Papua sebagaimana tercantum dalam pernyataan sikap BMP Papua dalam rilisnya belum lama ini, diterima Sabtu (30/6).

Ia juga meminta, masyarakat untuk tidak termakan ajakan dan provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengajak  melakukan kegiatan yang hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat Papua.

“Mari bersama-sama menjaga keamanan masyarakat dari manapun dan mari janganlah mengajari anak cucu kita untuk hanya jago berkelahi tetapi mari ajarkan perdamaian bersama-sama,” ujarnya lagi.

Tak hanya itu, ia juga mengutuk keras tindakan kelompok kriminal bersenjata di Papua yang telah mengacaukan jalannya proses Pilkada dan keamanan di Papua.

“Kami minta aparat Kepolisian dapat segera menangkap kelompok yang melakukan tindakan keji tersebut dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tambah Ramses.

Sementara menyoal proses Pilkada yang saat ini sedang berlangsung di Papua, pihaknya meminta  agar masyarakat Papua menghadapi dengan tenang.

“Pilkada hanyalah sarana untuk memilih pemimpin dengan mengemban misi mensejahterahkan masyarakat. Untuk itu Pilkada tidak boleh menjadi alasan perpecahan di Tanah Papua,” katanya lagi.

Dengan kondisi dan suhu politik di Papua saat ini, pihaknya sendiri mengharapkan semua tahapan pemilu baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten dapat terlaksana tuntas tanpa adanya pertumpahan darah.

Sementara Direktur Pak-HAM Papua Matius Murib di Jayapura belum lama ini sepakat apa yang dilakukan kelompok bersenjata di Kenyam, Kabupaten Nduga Papua dan beberapa daerah lainnya adalah bentuk pelanggaran HAM.

Matius yang berkomunikasi melalaui saluran telfon dengan Sekjen TPN/OPM Anton Tabuni di Tingginambut, Papua mengatakan apa yang dilakukan TPN/OPM saat itu karena ada hal-hal yang mendesak.

“Kalau dari pembicaraan yang kami tangkap bersama Pak Anton Tabuni bahwa mereka ada keterpaksaan dan itu merupakan sikap penolakan terhadap pemerintah Indonesia yang tak mau lakukan dialog. Saat ini mereka (TPN/OPM) memang sudah kecewa dengan sikap pemerintah Indonesia dan mau berdialog jika ada pihak atau negara ketiga termasuk PBB ikut bersama-sama untuk berdialog, mereka juga menuntut Papua merdeka,” ungkap Matius Murib panjang lebar.

Sebagaimana telah dimuat Nusantara Terkini sebelumnya bahwa, Pak HAM Papua memang tak akan pernah menyetujui segala bentuk kekerasan dengan tujuan apapun termasuk kepentingan politik Papua merdeka. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.