BMKG : Gelombang Laut Di Papua Stabil

NusataraTerkini.Com, Papua – Kepala Balai BMKG Wilayah V Jayapura Petrus Demon Sili mengungkapkan, gelombang laut di wilayah Papua hingga saat ini terpantau stabil.

“BMKG memang sudah mengeluarkan rilis kalau cuaca ekstrim terjadi pada 23 hingga 29 yang puncaknya diprediksi pada 24 dan 25 Juli. Prediksi gelombang laut tertinggi di sebelah barat Sumatera, Selatan Jawa dan Nusa Tenggara,” ujar Petrus saat diwawancarai wartawan, Kamis (26/7).

“Mengapa Papua tidak terjadi gelombang tinggi, ini karena berbenturan dengan tekanan yang ada di Australia yang bergerak ke arah utara dan bertabrakan dengan wilayah-wilayah tadi,” jelasnya lagi.

Selain itu ketinggian gelombang di Papua dikatakan Petrus relatif aman karena hanya mencapai 1 meter.

Sebelumnya BMKG juga telah mengeluarkan warning adanya potensi gelombang tinggi di wilayah Indonesia.

Hal ini terjadi karena adanya tekanan udara tinggi dari arah Madagaskar yang mengarah ke arah timur namun berbelok ke arah Indonesia.

Tekanan udara itu dijelaskan berbelok ke arah Indonesia karena tertabrak oleh benua Australia. Akhirnya udara itu masuk ke perairan selatan Indonesia.

Selain itu, pihak BMKG mengatakan, fenomena gelombang tinggi disebabkan oleh adanya angin yang datang dari Australia.

Tak hanya faktor global, gelombang tinggi disebabkan juga oleh faktor lokal. Pantai di Indonesia mengalami fenomena yang disebut rip current (arus pecah) yang mengakibatkan arus bagian teluk berbalik ke arah laut. (FNW)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.