Bisa Rontokkan Marwah Pemimpin, Kades Amoral Memang Layak Dipecat

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

NusantaraTerkini.Com – Publik menanti keseriusan Bupati Kaur Gusril Fauzi untuk menciptakan birokrasi dan jajaran pemerintahan yang bersih, tidak korup, jauh dari kata narkoba dan amoral. Pasalnya, marwah Pemkab kini tengah diuji, setelah mantan Kades Air Long Kecamatan Maje Kabupaten Kaur SU bermanuver mem-PTUN-kan keputusan Inspektorat Kaur yang telah memberhentikannya sebagai kades.

Bupati Kaur Gusril Fauzi pun dituntut untuk serius menghadapi gugatan SU. Sebab ini menyangkut marwah dan kewibawaan pemerintah daerah. Gusril diminta untuk tidak menggunakan jajaran pemerintahan, baik itu di SKPD maupun perangkat pemerintahan desa yang terlibat kasus amoral. Gusril lebih baik kehilangan beberapa orang oknum yang bisa merusak citra Pemkab daripada kehilangan simpati publik akibat tidak tegas dalam menerapkan aturan.

[Baca Juga: Mantan Kades Air Long, Setelah Gasak Istri Orang, Nekat PTUN-kan Bupati]

“Kredibilitas Bupati Gusril tengah dipertaruhkan. Memang pemecatan SU terjadi bukan di era kepemimpinannya, namun melanjutkan hal baik yang sudah dilakukan pendahulunya merupakan keharusan. Untuk apa pakai orang yang terlibat kasus amoral. Ahok misalnya, di Jakarta, tanpa pandang bulu seluruh kasus-kasus amoral dan asusila yang melibatkan pegawai, baik PNS maupun honor harus diberi sanksi, agar ada efek jera bagi yang lain. Nah ini kades sebagai pimpinan tertinggi di desa yang melakukannya,” kata Wapres BEM UMB Fahruri.

[Baca Juga: IM Akui Selingkuh Dengan Mantan Kades Air Long]

Lanjutnya, sungguh sangat memalukan ketika seorang pemimpin justru merusak rumah tangga orang. Memang untuk kasus SU, belum ada keputusan inkrah dari pengadilan lantaran kasus ini masih dalam proses melengkapi kelengkapan berkas oleh Polsek Maje. Namun fakta persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bengkulu sudah sangat terang benderang. Selingkuhan SU jelas mengakui punya hubungan spesial dengannya. Bahkan juga mengakui telah berhubungan badan dengan SU. Ditambah rumah tangga selingkuhan SU sekarang sudah hancur, selingkuhan SU sudah diceraikan secara agama oleh suaminya.

“Apa pemimpin seperti SU ini yang harus dipertahankan? Lebih baik Pak Bupati kehilangan figur-figur seperti ini daripada membawa beban. Bukan menghilangkan hak mereka, tapi kekhawatiran kasus-kasus seperti ini akan terulang saat mereka menjabat. Jika iya, tentu sangat memalukan dan akan melunturkan kepercayaan publik. Hal ini akan menjadi preseden buruk bagi Bupati Gusril yang baru seumur jagung memimpin Kaur,” tegas dia. [DS]

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.