Besok Hari AIDS, Dinkes Papua Catat Ada 38.874 ODHA Di Papua

NusantaraTerkini.Com, Papua – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giyai mengungkapkan jumlah kasus HIV/AIDS di Papua per 30 September 2018 meningkat menjadi 38.874 orang.

Dari jumlah tersebut, Nabire menjadi daerah paling tinggi dengan angka mencapai 7.240 orang.

Sementara Kota Jayapura menduduki ‘peringkat’ ke dua dengan jumlah kasus 6.189 orang.

Jika dilihat dari jenis kelamin, perempuan menempati urutan pertama dengan jumlah mencapai 20.314 penderita, sementara laki – laki lebih sedikit dengan jumlah 18.463 penderita.

“Sebabnya banyak atau multi sektor jadi peranannya juga harus multi sektor,” ujar Aloysius kepada wartawan, Jumat (30/11).

Disampaikan peningkatan jumlah kasus yang ada karena pihak Dinkes mampu menggalakkan promosi kesehatan kepada masyarakat Papua untuk melakukan tes sukarela.

“Ini juga disebabkan karena jejaring dan pelayanan di Kabupaten – Kabupaten belum maksimal hingga ke pelosok, jadi masih terus menyebar,” jelasnya.

Tingginya kasus tersebut di Nabire dan kota lainnya termasuk Kota Jayapura, selain faktor heteroseks ada juga faktor lainnya yang juga berperan, salah satunya minuman keras.

“Contohnya ada daerah penambangan liar yang barter emas dengan PSK, termasuk tingginya penikmat miras, aibon dan seks bebas di komunitas anak-anak aibon dengan barter seks,” tambahnya.

Dari berbagai persoalan tersebut Aloysius meminta semua pihak ikut terlibat.

“Iya, bukan hanya Dinkes tapi peranan Dinas Sosial, Dinas Tenaga kerja dan keterlibatan peranan tokoh agama serta kepedulian orang tua, karena kami Dinkes sudah maksimal melakukan berbagai upaya, sinergi semua pihak sangat dibutuhkan,” ujarnya lagi.

Dinkes Provinsi Papua juga menyayangkan
Dari 29 Kabupaten/Kota Se Papua hanya 9 kabupaten yang punya Komisi Penanggulanangan Aids (KPA).

“Parahnya lagi hanya 5 kabupaten/kota di Papua yang aktif KPA nya, sedangkan kabupaten lainnya belum jalan, bagaimana bisa berjalan maksimal,?” Jelasnya.

Namun ia tetap akui ada pendampingan dari Usaid dan Unicef walaupun sifatnya lebih pada pelatihan, namun sudah sampai ke kampung – kampung.

Ia meminta perlu perenungan bersama dari berbagai pihak agar di 2019 ada rasa memiliki masalah HIV/AIDS ini.

Meski meningkat secara keseluruhan, jika dilihat berdasarkan data klinis dari 2013 hingga Oktober 2018 ada penurunan hingga 4-5 persen untuk kasus baru. (Fai)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.