Terbit : 21 Juli, 2019 - Jam : 08:47

Bergelut Dengan Tumpukan Sampah Meraih Secercah Harapan

Loading...

Padangsidimpuan – Pagi-pagi sekali sepeda motor roda tiga khusus pengangkut sampah sudah beroperasi di jalanan, maupun gang di Kota Padangsidimpuan.

Seperti pria paruh payu baya yang enggan dipublikasikan namanya ini, salah satu petugas kebersihan, ia terlihat begitu cekatan memainkan setir roda tiga di gang-gang sempit untuk mengangkut sampah warga.

Ia menuturkan, sekira pukul 06.00 WIB,  ia sudah berangkat dari rumahnya. Dengan sarapan terlebih dahulu, untuk mengangkut sampah dari rumah warga. 

“Sarapan dulu sembari nyeruput kopi, baru stater si roda tiga.” Katanya penuh semangat, Minggu (21/7).

Dalam bertugas ia mengungkap, selama lima jam, dapat dituntaskan mengangkut sampah rumah tangga, itupun kalau tidak ada kendala, seperti turun hujan. Di wilayah ia bertugas, setelah sampah yang ia kumpul, kemudian ia antar ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sebelum sampah diangkut oleh truk pengangkut sampah.

Sebagai pekerja paruh waktu, ia mengaku setengah hari ia gunakan untuk menarik becak.

“Kalau tidak ada kendala, paling jam 11.00 WIB, saya sudah di rumah istirahat dan siangnya saya gunakan untuk menarik becak,” imbuhnya.

Dalam bekerja seperti dia, mungkin banyak yang memandang sebelah mata, bahkan tidak ada yang menginginkan bekerja seperti dia. Namun itu semua ia tak pedulikan. Karena menurutnya, pekerjaan yang ia geluti adalah pekerjaan yang mulia. Harapannya cuma satu yaitu, agar Pemerintahan Kota Padangsidimpuan tepat waktu membayar gaji kepada petugas kebersihan.

“Itu saja harapan saya,” Ujarnya.

Sementara itu dikatakan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Faisal, sampai sekarang ini, sepeda motor roda tiga khusus pengangkut sampah, di Kota Padangsidimpuan ada 34 unit yang beroperasi dan petugasnya memiliki wilayah masing-masing.

“Kegunaan sepeda motor roda tiga itu, gantinya gerobak sampah. Karena  gerobak sampah itu mengalami kesulitan kalau masuk gang-gang,” terang Faisal.

Untuk memperlancar operasional sepeda motor roda tiga khusus pengangkut sampah itu disebut Faisal, memakai minyak 3 liter perhari, per unit. Dengan jenis bahan bakar pertalite.

“Bukan bentuk uang yang dikasih kepada para petugas untuk membayar minyak pertalite, tapi bentuk kupon. Dimana para petugas itu sewaktu mengisi minyak, menyodorkan kupon itu kepada petugas SPBU yang sudah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup.” Tutup sang Sekdis. (Idham Siregar)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.