Belum Juga di Bayar, Pekerja Proyek Alun Alun Akan Adukan Nasibnya Ke Walikota

Tegal – Empat orang pekerja bagian perkayuan pada proyek revitalisasi Alun- Alun Kota Tegal akan mengadu nasibnya yang di alami dirinya serta teman teman saya kepada Walikota Tegal terkait upah yang belum dibayar selama kerja dua minggu bekerja mereka belum mendapatkan upah kerjanya.

Hal itu disampaikan oleh Khalimin Wides, orang tua dari salah satu buruh bernama Slamet, melalui pesan WhatsApp kepada aktifis Komunitas Mata Rakyat, Chan Satari, Rabu ( 02/12/2020).

Dalam pesan What’s App, Khalimin mengatakan bahwa keempat orang itu yakni Slamet, Kasnan, Dirno dan Kumis kesemuanya adalah warga Kelurahan Cabawan, Margadana, Kota Tegal belum diberi upah setelah pekerjaannya selesai dan sudah mengendap selama 2 Minggu lebih.

Menanggapi hal tersebut, Chan Satari (Khamdi) dari Komunitas Mata Rakyat mengatakan akan menjembatani dengan pihak owner proyek Alun-Alun dan jika perlu mengajak 4 orang tersebut untuk mengadu kepada Walikota Tegal.

Sementara, PT Tri Mega Indah, selaku rekanan penggarap proyek revitalisasi Alun-Alun melalui Site Manajer, Imam Ghozali saat dikonfirmasi menegaskan, bahwa untuk urusan perkayuan dan besi merupakan tanggungjawab dari mandor yang bernama Andi Utomo.

” Dari perusahaan kepada mandor Andi sudah selesai semua urusannya, baik urusan pekerjaan maupun keuangan. Jadi kalaupun ada buruh yang belum dibayar, maka itu menjadi urusan Andi, bukan perusahaan,” kata Imam kepada Chan Satari dihadapan Mandor Andi yang disaksikan sejumlah wartawan.

Di tempat yang sama, Andi Utomo mengakui bahwa pihaknya belum menyelesaikan urusan keuangan dengan 4 buruh kayu tersebut.

” Saya akui memang belum memberikan upah kepada 4 orang tersebut dan saya berjanji akan selesaikan semua yang totalnya mencapai 4 jutaan pada hari Sabtu 5 Desember 2020 mendatang,” kata Andi.

Sebagai bentuk tanggungjawab, Andi membuat surat pernyataan bermeterai terkait kewajiban pembayaran upah dan janji realisasi pembayaran upah tersebut .(Tim/Dr/cn)

Rekomendasi
Loading...

Ruangan komen telah ditutup.