Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Belum Ganti Rugi 27 Bidang Tanah,Warga Benda Dieksekusi Paksa

Loading...

Kota Tangerang, Nusantaraterkini.com  – Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 A Tangerang melakukan eksekusi paksa sebanyak 27 bidang tanah warga di RT 02 RW 01 Kelurahan Jurumudi Lama, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Terkena rencana proyek pembangunan Jalan Tol Kunciran – Bandara Soekarno Hatta.(Soetta)

Pantauan dilokasi, “Saat ini ratusan aparat gabungan TNI/Polri dan Satpol PP serta tim juru sita tengah berlangsung mengeksekusi sejumlah rumah. Bahkan alat berat diturunkan untuk membongkar warga.

Dengan keadaan menegangkan, Para warga pun turut mengamankan sejumlah barang berharga milik dalam mengosongkan rumah tersebut. Meski tidak ada penolakan dari warga atas eksekusi tersebut.

koordinator warga Dedi menerangkan, harga yang ditawarkan sangat minim. Per meter hanya berkisar Rp2,6 juta. “Kalau dibayar segitu ya kami tidak bisa membeli rumah lagi,” uangkap nya

Pihak warga berharap,  Dalam masalah ini, harus nya dikedepankan nilai keadilan,tegas nya

Menurut Dedi, Para warga ini tak menolak pembangunan nasional, tapi harus juga memikirkan nasib mereka kedepan.sambung nya.

“Di sini ada 27 bidang yang belum dibayarkan. Sebanyak 50 KK dan sekitar lebih dari 300 warga,”terang nya dihadapan awak media, selasa (1/9/20)

Berbeda keterangan yang disampaikan Ausri, selaku Juru Sita PN, Klas 1 A Tangerang, mengatakan, Dalam eksekusi ini sebanyak 27 bidang tanah yang harus di ekseskusi.

“Luasnya sekitar 6 ribu meter persegi,” ujar Ausri saat dimintai keterangan dilokasi, Selasa (1/9/2020).

Lanjut Ausri, Para warga memilih bertahan karena nilai yang diberikan kepada dari tim aprisial atau tim penilai tidak sesuai dengan yang  inginkan oleh warga.

“Karena ada permintaan warga harus disesuaikan,” tutup nya (Man)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.