Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Bekisting Terpasang di Titik Awal Jalan TMMD Banyumas, Pengecoran Jalan Segera Selesai

Loading...

Banyumas – Proyek pembangunan rabat beton 1.838 kilometer di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menandakan akan segera selesainya jalan selebar 3,75 meter dan setebal 20 centimeter menuju Obyek Wisata Curug Nangga.

Sampai dengan sore hari ke-24 TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas di Petahunan, progres mencapai 1.740 meter, sehingga jalan tersisa tinggal 89 meter lagi. Kamis (23/7/2020).

Ini merupakan capaian yang luar biasa, bukti bahwa antusias gotong royong dari segenap komponen/unsur masyarakat Petahunan, maupun pihak lainnya, telah berhasil membantu TNI membuat karya tersebut.

Melihat capaian ini, Kepala Desa Petahunan, Rohmad Fadli (42), sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu pihaknya dalam memajukan desanya melalui pembangunan infrastruktur pertanian dan pariwisata untuk lebih meningkatkan kesejahteraan warganya kedepannya.

“Mewakili 4.652 jiwa Desa Petahunan, saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah, TNI, segenap unsur yang telah membangun infrastruktur di desa kami. Termasuk bantuan sosial, dan juga penyuluhan/sosialisasi dan pelatihan keterampilan yang akan berguna meningkatkan SDM warga kami,” ungkapnya mengapresiasi.

Dirinya juga menyatakan bahwa jalan tersebut merupakan modal awal untuk membuka sejumlah potensi wisata lainnya, yakni Curug Rinjing, Curug Pengantin, Tuk Pengasinan (mata air asin), Makam Eyang Gusti Aji (ulama penyebar agama islam), dan juga petilasan pertapaan Ki Ajar Wirangrong (Brahmana sakti jaman kerajaan Pajajaran).

“Adanya TMMD yang memupuk kesadaran, kepedulian dan gotong royong masyarakat dalam membangun desanya, juga merupakan modal bagi pihak kami untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur selanjutnya,” tandasnya.

Dirinya juga berjanji, akan merawat dengan baik hasil pembangunan lintas sektoral itu, melalui perawatan secara berkala dengan dana desa, untuk generasi selanjutnya. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.