Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494

Begini Rekontruksi Pembunuhan Siswi SMAN 4 Di Lentera Merah

NusantaraTerkini.Com, – Tim Jatanras Polda Bengkulu melakukan rekontruksi pelaku MS (18) yang melakukan pembunuhan sadis terhadap siswi SMA 4 Kota Bengkulu, Auzia Umi Detra (17) di 9 Tempat Kejadian Perkara (TKP), sekira pukul 09 :00 WIB, Rabu (21/2/2018).

Dalam rekontruksi tersebut sebanyak 47 sesi adegan yang dilakukan MS saat merekontruksi adegan pembunuhan yang dia lakukan terhadap Auzia pada 1 Februari lalu. Auzia ditemukan meninggal dunia usai dihabisi pelaku menggunakan gunting.

Lebih lanjut, pada reka adegan ke 12, pelaku MS mencoba melakukan pencabulan dengan membuka kancing baju korban dari belakang, namun korban mengetahui dan langsung bereaksi dengan menghentakkan badan kearah belakang. Kemudian korban langsung membuka penutup mata, mulut, dan ikatan tangan korban untuk melakukan perlawanan dengan mencekik dan mencakar leher pelaku.

Setelah itu korban sudah tak berdaya usai dihajar pelaku dengan memukuli korban sebanyak kurang lebih 10 kali pukulan. Tak sampai disitu, pelaku kembali memukuli kepala korban menggunakan palu sebanyak 3 kali dan menyeret korban ke semak-semak.

Diakhir adegan, pelaku langsung mengambil seluruh barang milik korban, termasuk sepeda motor. Dan motor itu dibuangnya di depan lapangan golf daerah Lingkar Barat, kemudian pelaku langsung kembali menuju rumah temannya Rafindo.

Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH, M.Hum, melalui Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Pudyo Haryono SH, didampingi Kasubdit Jantanras Polda Bengkulu, AKBP Max Mariners S.Ik memaparkan, “adegan dilakukan 47 sesi, dari hasil visum yang diterangkan dokter bahwa korban melakukan perlawanan, terlihat dari tangan korban berwarna biru saat pelaku mencoba melakukan pencabulan,” pungkasnya.

Selain itu, saat rekontruksi, tampak hadir juga kejaksaan yang mengawal proses reka adegan pembunuhan siswi cantik tersebut. Sementara, pihak keluarga korban maupun pelaku tidak dizinkan oleh kepolisian Polda Bengkulu untuk menyaksikan langsung. (D2)

Redomendasi
Comments
Loading...