Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Begini Komentar Bupati Tangerang Tentang Penanganan Sampah dan Limbah

Loading...

Kabupaten Tangerang – Zaki Iskandar, Bupati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengatakan, Untuk restribusi sampah sebesar Rp 3,4 miliard dan Rp 400 juta untuk jasa Labotarium lingkungan hidup, terang zaki diruangan kerjanya. rabu (12/8/20)

“Dikabupaten Tangerang penanganan limbah Medis dan Industri semua sudah ada aturan,Sop dan tahapan nya namun secara tehknis silakan ke dinas DLHK, jelas nya.

Tentu sambung zaki, penanganan limbah medis melibatkan pihak ketiga karena tidak mungkin pihak Rumah Sakit (RS) membuang sampah kepada oprator yang tidak ada izin nya, “bisa dicabut Izin RS, tersebut, ucap zaki dengan tegas.

Zaki mengakui, Di kabupaten tangerang tidak ada perusahaan yang bergerak pengolahan limbah medis, “kalau pembakaran limbah medis mungkin ada, tapi lebih lengkap nya silahkan ke dinas DLHK, sambung nya.

Sementara saat ditemui di ruangan kerjanya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan,penanganan limbah medis dan Industri, ada laporan secara berjenjang setiap bulan nya. Ucap taufik,kamis (13/8/20)

“Data – data Laporan itu kami sampaikan kepada Bupati Tangerang, terang nya.

Lanjut Taufik, pengaduan masyarakat atau menyikapi dan Penanganan Limbah medis dan Industri akan ditindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku.

“Kita juga memiliki alat dan satuan kerja untuk melayani pengujian laboratorium untuk uji Air dan tanah, sedangkan udara kita belum ada alat nya.

Menurut taufik, Labaratorium itu dapat digunakan untuk uji lab pengambilan sampel limbah yang dimaksudkan untuk mengetahui kadar apa saja yang terkandung pada limbah medis dan limbah Industru itu.

Sudah ada perusahaan yang sudah kita rekomondasikan untuk ditutup izin nya karena dampak limbah dari industri yang dihasilkan perusahaan tersebut mengandung Bau, Busuk Beracun (B3), uangkap taufik

“ketika disinggung penanganan Sampah dan oprasional pengangkutan sampah, taufik mengakui masih minim nya kendaraan angkutan sampah membuat beberapa titik terkadang tidak tertangani.

Kata taufik, Kami hanya memiliki 200 truk dan jumlah tersebut belum ideal untuk mengangkut sampah di seluruh wilayah kabupaten tangerang ke TPA Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk,” katanya.

Ideal nya, Kita butuh sebanyak 800 truk angkutan Sampah, tukas nya.

Belakangan ini, kata dia, sampah rumah tangga dan pasar tradisional menjadi kendala karena jumlahnya terus bertambah, sementara armada yang tersedia terbatas, namun kita terus berupaya dapat mengatasi dengan sebaik mungkin, papar nya

Meski demikian, katanya, dengan anggaran yang ada, walau terbilang kurang kita berupaya agar Tempat Pembungan Akhir (TPA) jati waringin tidak bau sampah lagi, sambung nya.

“Sampah dan asap kini tidak bau lagi karena setiap 3 bulan sekali TPA Jatiwaringin di semprot memakai Bio Tekhnologi,” tandas nya.( Man)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.