Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Begini Cara Warga Umbulsari Sambut Kedatangan Bupati Faida

Loading...

Kaur- Penyambutan kedatangan Bupati Jember dr.Hj.Faida MMR, saat kunjungan kerja di Kecamatan Umbulsari dalam rangka penyerahan Kartu Tani pada Sabtu kemarin, tampak berbeda dibandingkan kecamatan lain.

Kunjungan ke Desa Paleran misalnya, Bupati Faida yang datang bersama rombongan disambut meriah dengan tarian kesenian tradisional oleh ratusan ibu-ibu posyandu dan kader PKK.Minggu, (13/9).

Mengenakan baju batik khas Jember berwarna hijau, Bupati memasuki area kegiatan.Bunyi suara Gong dan Gamelan yang di mainkan grup karawitan Karang Taruna setempat terus menggema di pelataran, mengiringi langkah Bupati menuju tempat duduk yang telah disediakan panitia.

Sebelum acara penyerahan Kartu Tani dimulai, Bupati disuguhi penampilan Tari Remong serta Tari Latbako dan Tari Pandhalungan yang merupakan tarian khas asal Jember.Tarian ini di mainkan ratusan penari dari ibu-ibu Posyandu dan kader PKK Desa Paleran.

Tak pelak, penampilan penari yang didominasi ibu-ibu paruh baya di balai desa menyedot perhatian warga.Selain acaranya memang menarik karena suguhan pentas seni budayanya, juga rasa penasaran warga ingin melihat lebih dekat sosok Bupati Jember pemberi beasiswa kepada ribuan mahasiswa.

Bukan petani penerima kartu tani saja yang hadir, melainkan ratusan warga juga turut hadir, sehingga suasana serasa bukan selayaknya kunjungan formal Kepala Daerah.

Meski demikian, kehadiran ratusan warga tetap mematuhi Protokol Kesehatan yang telah di perintahkan oleh Pemerintah.Mereka memakai masker, menjaga jarak dan memakai hand sanitiser sebelum masuk ke area balai desa.

Usai suguhan penampilan seni budaya, di dampingi Muspika Kecamatan Umbulsari, Bupati membagikan secara simbolis kartu tani kepada petani yang ada di desa Paleran.

Bupati yang tanpa kompromi dalam memberantas korupsi ini menyampaikan, keberadaan kartu tani ini dikarenakan usulan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hal itu bertujuan untuk melindungi
hak – hak petani selain dari ketepatan penyaluran, agar tidak jatuh pada orang lain yang bukan petani.

Sebelum ke Desa Paleran, Bupati Faida terlebih dahulu berkunjung ke Desa Sidorejo.Disana Ia disambut Kader Posyandu Lansia dengan tari khas Kabupaten Jember yakni tari Pandhalungan dan lambaian bendera Merah Putih kecil dari kertas. Tampak Bupati beserta kepala desa Sidorejo Setya kristianingsih Elyna juga ikut menari Pandhalungan bersama para Lansia.

Dalam kesempatan itu Bupati Faida menyampaikan apresiasinya kepada warga yang ada desa Sidorejo ini, pasalnya mereka masih tetap  mencintai akan kebudayaan. Faida mengajak warga tetap melestarikan seni dan kebudayaan dan produk lokal.

Faida menyebut, Desa Sidorejo termasuk desa yang unik, sebab ada dua Gereja yakni gereja jawi wetan dan gereja berbahasa Madura.Selain itu warganya juga ada yang beragama muslim.

“Saya melihat bahwa warga desa ini juga cinta kesenian, terbukti Kantor Desanya penuh Karya Seni.Desa ini juga unik, salah-satu dari 3 Gereja, satu diantara dua Gereja Jawi Wetan, ada Gereja yang berdakwanya dengan bahasa Madura, disamping itu juga ada warga yang Muslim, ” kata Bupati Faida.

Terkait penyambutan kunjungan Bupati Faida di wilayahnya, Plt Camat Umbulsari Nurul Mausuf mengatakan, hal Itu merupakan bagian dari penyambutan tamu.Selain itu, memang Kepala Desa di Umbulsari sangat mendukung semua Program Bupati Faida.

“Bagaimana dengan prinsipnya orang jawa, kalau didatangi tamu apalagi Bupati yang datang, pasti dengan prinsip Gupuh (sibuk), Suguh (hidangan) dan Lungguh (tempat), saya kira itu hal yang wajar, ” ujar Nurul. (Tahrir)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.