Beberapa Aliran Sungai Meluap, Bupati Paluta: Persiapkan Peralatan Serta Sarana dan Prasarana Penanggulangan Bencana

Paluta, Nusantaraterkini.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara (BPBD Paluta) Khairul Harahap melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Imran Affandi Siregar menyampaikan perkembangan terkait banjir di Hajoran, Kecamatan Padang Bolak.

Dalam peristiwa tersebut, beberapa saat luapan air sempat merendam lantai 3 unit rumah penduduk yang berada di bantaran sungai.

“Pada pukul 12.30 WIB tadi luapan air berangsur surut dan sudah bisa dilalui oleh kendaraan baik roda empat maupun roda dua,” kata Imran dalam keterangan tertulisnya, Kamis siang (12/11).

Untuk kecamatan Simangambat, lanjut Imran tidak ada banjir di dusun Sungai Rodang, desa Pagaran Julu, namun luapan sungai Barumun mengakibatkan akses utama menuju Simangambat terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa di desa Simangambat Julu.

“Hanya bisa dilalui truk colt diesel, untuk kendaraan minibus dan sepeda motor tidak bisa,” ujar Lolo, sapaan akrabnya.

Menurut pantauan pihak BPBD, dalam beberapa jam kedepan air diperkirakan akan surut. Meskipun begitu pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat yang berada di aliran sungai agar selalu waspada mengingat belakangan ini terjadi cuaca ekstrim di Paluta.

Tambahnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir di dua lokasi tersebut. Meluapnya air di dua lokasi banjir sempat membuat aktivitas warga terganggu.

Sebelumnya, pada hari Selasa (10/11) lalu saat kegiatan Apel Gabungan Siaga Bencana Tahun 2020 Bupati Paluta, Andar Amin Harahap SSTP M.Si meminta dilakukan pemetaan lokasi rawan bencana alam agar mudah menempatkan personel dan mudah saat dalam mengambil tindakan dan agar selalu berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah antisipasi dan penanganan bencana.

Apel siaga bencana bertujuan antara lain membangun kebersamaan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana dan evaluasi terhadap kesiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana.

Karena menurut Bupati, dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana hanya ada dua kata kunci yakni kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

Bupati juga mengimbau kepada seluruh personel yang akan melaksanakan tugas agar selalu menyiapkan mental dan fisik dengan dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan masyarakat yang optimal.

“Tingkatkan kemampuan/kapasitas personel, persiapkan peralatan serta sarana dan prasarana penanggulangan bencana, tingkatan jejaring layanan informasi bencana berbasis teknologi dan jalin kerjasama dengan semua pihak,” tandasnya. (AYH)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.