Bawa Ganja Lalu Pura-Pura Hamil Wanita Ini Diamankan TNI Di Perbatasan RI – PNG

NusantaraTerkini.Com, Papua – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas pamtas) Yonif PR 328/DGH Pos Ramil Muara Tami mengamankan seorang wanita berinisial EM (22) warga Abepura karena kedapatan membawa 825 gram ganja kering yang disembunyikan di dalam bajunya lalu berpura-pura sebagai wanita hamil.

Selain EM, personil Satgas Pamtas juga mengamankan 2 pria yang ikut bersama-sama EM yakni, AW ( 25) Warga Nyao PNG dan PW (26) warga Aspol Abepura.

“Sweping dilakukan Minggu (30/12) malam dan mengamankan 3 orang dimana personil mencurigai salah satu pelaku yang berpura-pura hamil padahal kondisi tubuhnya tak seperti sedang hamil,” ujar komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pamtas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M. Tr (Han) dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Senin (31/12) kemarin.

Disampaikan, awalnya sekira pukul 20.25 WIT melaju sebuah kendaraan Merk Toyota Avanza warna Hitam dari arah Skouw Perbatasan RI – PNG dengan Nopol DS 1526 AO ditumpangi 3 orang.

Personil Satgas hampir dikelabui saat melakukan pemeriksaan oleh tersangka yang berpura-pura hamil.

“Namun Danpos Lettu Inf Rahmanto mencurigai karena ciri-ciri tubuhnya tidak menunjukkan seorang yang sedang hamil.
Dan Setelah diadakan pemeriksaan lebih teliti, ditemukan bungkusan plastik Hitam berisi ganja kering dengan berat 825 gram,” jelasnya.

Atas temuan barang bukti Ganja tersebut, ketiga orang diamankan untuk dimintai keterangan.

Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M. Tr (Han) juga mengatakan, memasuki libur tahun baru ia memerintahkan jajarannya untuk lebih memperketat pengawasan dan ketelitian terhadap peredaran barang-barang terlarang.

“Kita ketahui bahwa daerah perbatasan sangat rawan terhadap peredaran barang-barang terlarang, sehingga saya selalu mengingatkan jajaran saya untuk memperketat pengawasan dengan melakukan Sweeping secara rutin,” Ungkap Mayor Erwin.

Tersangka dan barang bukti saat ini telah diserahkan kepada Polsek Muara Tami untuk diproses hukum lebih lanjut. (Rls/Fnw)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.