Terbit : 20 Juli, 2019 - Jam : 19:15

Batik Tulis Kurang Diminati Generasi Muda, Publikasi TMMD Tegal Coba Merubahnya

Loading...

Tegal – Sejumlah pembatik tangan di Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan sulitnya memasarkan produknya terkait dampak modernisasi alat serta rendahnya minat generasi muda terhadap batik tulis.

Salah satu perajin batik tulis di Jatimulya adalah Warniti (42) Dukuh Grogolan RT. 01 RW. 05. Menurutnya yang telah belasan tahun membatik, menurunnya minat terhadap kerajinan lokal ini adalah kecilnya upah buruh pembatik, prosesnya yang cukup lama untuk menghasilkan 1 lembar kain serta kurangnya minat generasi penerus untuk belajar membatik tangan.

Warniti mengaku, dari hasil karyanya dalam sebulan, hanya mampu menghasilkan dua lembar kain siap jual, dengan penghasilan bersih 150 ribu rupiah. Tentu jumlah yang sangat kecil untuk melestarikan kerajinan warisan leluhur ini, ditambah pembinaan bagi remaja dan pelajar yang masih minim dan bahkan nyaris tidak ada.

“Untuk satu produk, biasanya saya selesaikan dalam dua minggu. Untuk harganya antara 150 ribu rupiah hingga 250 ribu rupiah per lembar,” ucapnya, Sabtu (20/7/2019).

Dikatakan Babinsa Jatimulya dari Koramil 05 Suradadi Kodim 0712 Tegal, salah satu produk lokal desa binaannya yang memiliki potensi untuk menjadi produk unggulan adalah batik tulis, namun masalahnya adalah pemasaran.

“Dengan adanya publikasi TMMD Reguler Kodim Tegal, kami bersama rekan-rekan media akan membantu memperkenalkan home industri ini ke umum sehingga lebih dikenal untuk mendapatkan konsumen,” harap Mursidi akan terciptanya lapangan pekerjaan baru di Jatimulya.

Menutup kalimatnya, Babinsa juga akan membantu memperkenalkannya menggunakan media sosial berupa whatsapp, instagram dan facebook miliknya. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.