Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494

Basis Data Terpadu, Strategi Dinsos Aceh Dalam Penanganan Kemiskinan Aceh

Aceh – Dalam rangka mengurangi angka kemiskinan di Aceh, Dinas Sosial Aceh (Dinsos) Aceh menggelar rapat dengan Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Aceh (TKP2K) berkaitan dengan  Basis Data Terpadu (BDT) terbaru dan rencana penanganan kemiskinan tahun 2020 mendatang yang berlangsung di aula Dinas Sosial Aceh, Kamis (14/3/2019) sore.

Loading...

Rapat Itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinsos Aceh Devi Riansyah, yang didampingi oleh Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Aceh Cut Aja Muzita, dan sejumlah pejabat eselon diruang lingkup dinsos Aceh.

Dihadapan para peserta rapat ia menyampaikan berdasarkan data yang dirilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini bahwa Aceh provinsi termiskin di Sumatera dan nomor 6 secara nasional, untuk itu, Dengan adanya BDT ini, akan lebih terarah dan terukur dalam penyaluran bantuan dari pemerintah Aceh melalui Dinsos Aceh, dan bahkan bukan hanya Dinsos Aceh, SKPA yang lain yang mempunyai tugas menangani kemiskinan akan mengacu kepada DBT saat ingin merumus program.

“Tahun ini tingkat kemiskinan di Aceh nomor satu di Sumatera. Kami akan mengkaji apa penyebabnya, tentu ini menjadi perhatian serius kami khususnya di Dinas Sosial Aceh. Pemerintah Aceh sudah bekerja penuh hati, anggaran juga cukup banyak digelontorkan untuk penanganan fakir miskin di Aceh,” ujar Cut aja.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua TKP2K Aceh Asrati dengan adanya rapat koordinasi ini, akan lebih mudah dalam mensinkronisasi program kerja Dinsos dengan TKP2K dengan tujuan mengurangi angka kemiskinan di Aceh, selama ini menurutnya Pemerintah Aceh sudah bekerja maksimal dalam menurunkan angka kemiskinan, meski hasil belum maksimal, namun pemerintah tidak tinggal diam.

“Kedepan, dengan adanya data terpadu ini, akan lebih terlihat jelas data dan jumlah angka kemiskinan serta karakteristik kemiskinan di Aceh, dengan demikian pemerintah akan lebih tepat sasaran dalam menyusun program dan menyentuh langsung masyarakat bawah,”katanya.

Sementara itu, Sektarian  Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah mengatakan, dengan adanya data BDT terbaru yang telah di update dan memuat sejumlah indikator kemiskinan di Aceh, maka akan memudahkan Dinas dalam bekerja.

“Kegunaan data BDT yang terbaru yang sudah memuat indikator kemiskinan. Ini memudahkan kerja Dinsos Aceh dalam bekerja menyasar orang-orang yang memang berhak menerima bantuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegunaan data BDT itu nantinya akan diketahui siapa saja yang sudah pernah dibantu oleh pemerintah atau yang belum dan juga dapat mengetahui perkembangan dari pihak penerima bantuan. “jadi, program kami akan mengacu berdasarkan data BDT, agar tepat sasaran,” pungkas Devi Riansyah. (Is)

 

Loading...

Ruangan komen telah ditutup.