Bantu Gerat: Si Mungil yang Menderita Lumpuh di Cunca Wulang

Manggarai Barat — Di samping Desa Cunca Wulang adalah Desa pariwisata dan di tengah upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis, masih ada sebagian warga yang mengalami kesulitan mendapatkan perawatan kesehatan. Hal ini dialami oleh sebuah keluarga di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Mario Gerat (3) tidak bisa bergerak. Tubuhnya sangat kurus sehingga terlihat seperti tulang berbalut kulit. Sesekali hanya terdengar tangisan kecil menahan rasa sakit saat mengalami kejang.

Kondisi kesehatan Gerat terus memburuk sejak jatuh sakit pada awal 2017. Sudah lebih dari dua tahun ini orang tua Gerat Maria Sastri (25) dan Riko Rumpa (25), hanya pasrah dan membiarkan anaknya terbaring di kamar rumahnya tanpa perawatan medis.

Hidup menjadi keluarga miskin membuat ayah dan ibu Gerat tidak mampu membiayai penyembuhan anaknya.

“Kami tidak ada lagi biaya untuk mengobati anak karena sekarang saya sudah tidak punya apa-apa lagi. Harta, tanah, semua sudah saya jual untuk mengobati anak sejak awal jatuh sakit dulu, tetapi tidak sembuh juga,” kata Lastri kepada wartawan NusantaraTerkini, Rabu (11/03/20).

Lastri menuturkan, penyakit yang diderita Gerat muncul ketika anaknya berusia enam bulan. Awalnya, Gerat mengalami panas badan dan kejang-kejang. Tak lama kemudian Gerat tak bisa bergerak dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Orang tua Gerat

Orang Tua membawa balita tersebut ke Puskesmas Wersawe untuk mendapatkan perawatan. Karena penyakitnya tak dapat ditangani, dokter menyuruh kedua orang tua agar Gerat dirujuk ke salah satu Rumah Sakit Swasta yang ada di Labuan Bajo.

“Karena tidak punya biaya, saya tidak bawa ke Rumah sakit,” tutur Riko.

Kini, keluarga Riko hanya berharap ada pihak yang mau membantu biaya pengobatannya. Lastri merindukan Pemuda kecilnya kembali riang dan ceria seperti dahulu, seperti anak-anak seusianya.

Dan jika ingin membantu silahkan di ibu Gerat Nomor. 081 353 456 718.

Kontributor NTT: Paulus Tengko

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.