Banjir Bandang Disertai Lumpur Terjang Desa Pace Jember

Loading...

JEMBER – Banjir bandang disertai lumpur pekat, potongan kayu dan bebatuan menerjang permukiman warga di Desa Pace, Kecamatan Silo, Selasa sore (31/12/2019). Musibah ini terjadi akibat luapan sungai Merawan di kawasan desa tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Heru Widagdo mengungkapkan, intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama dalam terjadinya banjir di Desa Pace.

“Hujan yang mengguyur dengan intensitas sedang hingga deras menyebabkan banjir luapan dari Perkebunan Kali Merawan yang membawa material bebatuan, lumpur, dan kayu yang berdampak ke beberapa rumah warga di Desa Pace, Kecamatan Silo,” ungkapnya.

Heru Widagdo mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa alam itu. Namun, masyarakat di desa tersebut diminta tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi banjir susulan, karena diprediksi curah hujan masih cukup tinggi selama beberapa hari ke depan.

Menurut dia, ketinggian banjir luapan sungai Merawan berkisar 10 sentimeter hingga 30 sentimeter menerjang RT 03/ RW 18 di Dusun Sukmoilang, Desa Pace. Air masuk ke rumah warga menyebabkan kerusakan, karena terdampak lumpur dan material yang dibawa air.

“Berdasarkan hasil pendataan, banjir lumpur masuk ke warung Bu Dus dan rumah Pak Mai setinggi 10 sentimeter hingga 30 sentimeter, serta garasi rumah Pak Kip warga dusun setempat rusak ringan akibat banjir tersebut,” tambahnya.

Dia menjelaskan, Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta sukarelawan langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pembersihan banjir lumpur yang masuk rumah warga dan akses jalan di desa setempat.

Tak hanya itu, sejumlah warga juga membersihkan rumah dan menyelamatkan barang mereka yang terendam banjir. Alat-alat dari pemerintah daerah juga berada di lokasi banjir untuk mengeruk sejumlah material lumpur yang terbawa bah.

“Letak sumber air yang cukup jauh membutuhkan waktu lama untuk membersihkan sisa lumpur yang terbawa banjir, sehingga hal itu yang menjadi kendala petugas di lapangan,” katanya.

BPBD Jember, lanjut dia, memberikan sejumlah rekomendasi dalam bencana banjir yang disertai lumpur dengan material batu dan kayu diantaranya mengirimkan tim jitupasna untuk menilai kerugian, mengirim bantuan berupa kebutuhan bahan pokok, dan mempelebar sungai pembuangan.

“Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap ancaman bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember, terutama kecamatan yang masuk peta rawan bencana selama musim hujan,” jelasnya. (Abdus Syukur)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.

Aksi Dilarang