Banjarsari, Desa Tanpa TPU, Si Miskin Buat Kuburan di Dapur, Si Kaya di Halaman

Jember-  Berdasarkan keterangan warga setempat, sejak dahulu kala hingga sekarang, Desa Banjarsari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember, diketahui tidak memiliki fasilitas kuburan umum dan sarana lapangan olahraga.

Padahal Desa itu sendiri, berpenduduk kurang lebih 3000 jiwa yang tersebar di 4 wilayah Dusun, yakni Dusun Dukuh 1, Dusun Dukuh 2, Dusun PTP dan Dusun Krajan. Rabu, (03/02/21).

Dipicu oleh persoalan tersebut, sejumlah tokoh masyarakat di sana berbondong-bondong, mendatangi Kantor Kecamatan Bangsalsari untuk mengadu kepada Camat Murtadlo, perihal persoalan tidak tersedianya dua fasilitas umum yang sekarang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

Didepan Muspika Bangsalsari serta Dipemasdes Pemkab Jember di ruangan Camat, perwakilan warga ini curhat dan berkeluh kesah, bahwa selama berpuluh-puluh tahun masyarakat Desa Banjarsari, bermimpi ingin memiliki kuburan umum dan lapangan olahraga.

Namun impian itu tidak pernah terwujud, seiring tidak ada keseriusan dari pihak pemerintah Desa Banjarsari.Padahal luas lahan TKD yang dimiliki sekitar 20 hektar lebih.

Seperti diungkapkan salah satu tokoh Pemuda bernama Budi Santoso, setiap ada momen Pilkades, masyarakat selalu meminta kepada Calon Kepala Desa untuk berjanji, bila terpilih nanti agar sebagian lahan Tanah Kas Desa (TKD), dimanfaatkan sebagai tempat kuburan umum dan lapangan olahraga.

Rata-rata, lanjut Budi, janji tersebut disanggupi Cakades.Akhirnya masyarakat menjadi percaya kemudian bersimpati, hingga menjatuhkan pilihannya kepada Cakades tersebut.

Namun setelah sukses menjadi Kepala Desa, ternyata janji hanya tinggal janji saja.Bahkan pengalaman seperti itu terulang kembali, hingga beberapa kali jabatan Kepala Desa berganti orang.

“Ini sesuatu yang sangat ironis sekali, ketika zaman sudah maju seperti ini kita masih ribut mempersoalkan kuburan dan lapangan, ” ujarnya usai menemui Camat.

Budi menceritakan, sebelumnya masyarakat Desa Banjarsari jika keluarganya meninggal, biasanya jenazah dikubur di pemakaman umum milik Desa tetangga.Namun sekarang sudah tidak bisa lagi, sebab lahan pemakaman sudah penuh.

Oleh karena itu, kata Dia, warga terpaksa menguburkan jenazah di lahan pribadi depan rumah maupun pekarangan sekeliling rumah.Miris sekali, karena tidak punya lahan, beberapa warga terpaksa makamkan jenazah keluarganya di tanah dapur rumah.

“Intinya pemerintah akan mengupayakan, karena dia juga merasakan kesedihan kami, ” pungkasnya.

Terpisah, Camat Bangsalsari Murtadlo menuturkan, pada prinsipnya Dipemasdes dan Pihak Kecamatan atas nama Pemerintah merespon positif harapan warga masyarakat, agar Pemerintah Desa Banjarsari mewujudkan keinginan untuk memiliki fasilitas pemakaman umum dan lapangan olahraga.

Ia menjelaskan, sesuai mekanisme yang ada harus melalui Musdes dan nanti hasilnya akan diserahkan kepada Kepala Desa terpilih, untuk dimasukkan poin yang ada di berita acara Musdes.

“Saya akan kawal itu, ” tegasnya. (Tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.