Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Bangkai Hiu Langka Terdampar Jadi Ajang Selfie, Nelayan Rencanakan Jual Dagingnya

Loading...

Jember – Penemuan Ikan Hiu ukuran besar terdampar, kembali gegerkan warga di Pesisir Pantai Selatan  Laut Jawa, tepatnya kawasan Pantai Paseban Kecamatan Kencong  Kabupaten Jember.

 

Hiu tersebut ditemukan dalam kondisi sudah mati oleh Nelayan setempat pada Minggu pagi, (30/8) sekitar pukul 09.00 WIB.Diketahui ikan Hiu jenis tutul, berat kurang lebih 1 ton lebih, panjang 7 meter. 

 

Kabar penemuan hewan laut langka dilindungi ini sontak begitu cepat menyebar di telinga Masyarakat sekitar,  hingga mereka pun berbondong-bondong datang ke lokasi untuk melihat  langsung kondisi bangkai Hiu naas.

 

Rupanya kejadian langka ini oleh warga justru dijadikan tontonan wisata dadakan gratis.Tidak sedikit bagi pengunjung, momen kali ini dibuat ajang untuk berswa foto dan berselfi ria bersama dengan teman atau keluarga, sambil berdiri dan menginjak-nginjak bangkai Hiu Tutul pengunjung beramai-ramai  mengabadikan peristiwa yang jarang ditemui. 

 

Lebih miris, bangkai Hiu tutul naas yang kini masih tergeletak di pinggir Pesisir Pantai, kabarnya warga nelayan setempat berencana akan memanfaatkan dagingnya untuk dijual ke pasar. Padahal sesuai ketentuan penemuan Hiu dalam kondisi sudah mati tidak boleh dikonsumsi dan harus segera dikuburkan. 

 

Atas persoalan ini, Kepala Desa Paseban Lasidi mengatakan, biasanya Bangkai Hiu  jika memang kondisinya tidak layak akan dikuburkan, sebaliknya jika dagingnya layak konsumsi  biasanya akan dijual dan uang hasil penjualan daging bangkai Hiu digunakan untuk kepentingan sosial. 

 

“Kalau memang dijual laku ya dijual, tapi semuanya terkadang di tangkap oleh warga dibawa ke pasar, terkadang kalau tidak layak ya dipendam, ” terang Lasidi. 

 

Sementara Petugas Teknis Lapangan Dinas Perikanan dan Kelautan Kecamatan Kencong Subandi mengharapkan, sebaiknya bangkai Hiu tutul yang ditemukan Warga Nelayan di Pantai Paseban di kubur saja, karena jika dijual dikhawatirkan akan membahayakan kesehatan bagi warga lainya jika mengkonsumsi dagingnya. 

 

“Nampaknya warga memaksa menyalahi ketentuan yang berlaku. Karena gak tahu ikan itu sakit atau gak sakit itu belum bisa diketahui, ” ujar Subandi. (Tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.