Banding Ridwan Mukti dan Isteri Ditolak, Pengadilan Tinggi Bengkulu Tambah Durasi Pencabutan Hak Politik

NusantaraTerkini.Com, Bengkulu – Upaya Banding yang dilakukan oleh Mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti Bersama isterinya Lily Martiani Maddari, justru menambah hukuman bagi keduanya,  bila awalnya mereka divonis 8 tahun penjara, kali ini bertambah yakni pidana penjara selama 9 tahun, denda Rp 400 juta subsider 2 bulan kurungan

Putusan dibacakan Rabu (28/3/2018 di Pengadilan Tinggi Bengkulu. Putusan banding dibacakan oleh Hakim Adi Dahrowi SH,MH juga menambah pencabutan hak politik Ridwan Mukti selama 5 tahun.

Vonis Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu Putusan Banding (Pengadilan Tinggi) Bengkulu
Pidana Penjara 8 Tahun Pidana Penjara 9 Tahun
Denda Rp 400 juta Denda Rp 400 juta
Hak politik dicabut 2 Tahun Hak politik dicabut 5 tahun

Tabel : Perbandingan Hukuman di PN Bengkulu dan Putusan PT Bengkulu 

Semua tuntutan dari terdakwa Ridwan Mukti dan istrinya dinyatakan ditolak oleh Pengadilan Tinggi Bengkulu. Dalam pembacaan putusan tersebut, kedua terdakwa tidak hadir.

Ridwan Mukti bersama istrinya sebelumnya telah dinyatakan bersalah dalam perkara tipikor atas pemberian fee proyek dan divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bengkulu dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 2 bulan kurungan. Kemudian hak politik Ridwan Mukti juga dicabut selama 2 tahun setelah menjalani hukuman pokok.

Oleh JPU KPK, Ridwan Mukti (Gubernur Bengkulu non aktif) dan istrinya Lily Martiani Maddari sebelumnya dituntut pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 400 juta subsider 4 bulan kurungan.

Kemudian, Ridwan Mukti dan Istrinya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bengkulu.(NU001)

 

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

You cannot copy content of this page