Bandar Sabu 3 Kg di Kecamatan Sokobanah Berhasil Melarikan Diri

Nusantaraterkini.com (Sampang) – Penyergapan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim terhadap HS, bandar narkoba pemilik 3 kilogram sabu di Kecamatan Sokobanah, Kamis (4/3/2021) gagal total. 

Pasalnya, masyarakat di sekitar tempat tinggal HS melakukan perlawanan dan merusak kendaraan roda empat milik petugas BNNP Jatim. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, karena masyarakat yang membawa senjata tajam berupa clurit sudah berhadap-hadapan dengan petugas BNNP Jatim yang sudah mengeluarkan senjata api.

Bandar sabu HS akhirnya bisa melarikan diri dibawa massa setelah sebelumnya sempat ditangkap petugas BNNP Jatim.

BNNP Jatim melalui Kabid Pemberantasan Kombes Monang Sidabukke, Minggu (7/3/2021), membenarkan kejadian di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang tersebut.

Versi BNNP Jatim, kronologinya adalah saat melakukan pemetaan kasus narkotika di Madura, saat berada di wilayah Kecamatan Sokobanah, petugas BNNP Jatim berpapasan dari arah berlawanan dengan seseorang diduga tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama HS, karena kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 3 kg. Lalu petugas putar balik dan berusaha mengejar, namun kehilangan jejak. Selanjutnya petugas BNNP Jatim menuju polsek setempat yaitu Polsek Sokobanah untuk berkoordinasi.

Setelah dilakukan koordinasi, maka diputuskan untuk mencari HS di sekitar lokasi pertemuan BNNP dengan HS. Ternyata HS diketahui berada di sekitar rumahnya yang kemudian dilakukan pengejaran dan berhasil ditangkap dengan bantuan Polsek Sokobanah di dekat rumah HS di Sokobanah, Sampang.

Saat ini BNNP Jatim memberikan pengarahan kepada Kepala Desa dan tokoh masyarakat di daerah tersebut untuk mendukung BNN dan aparat hukum dalam melaksanakan tugas.

Kapolsek Sokobanah, AKP Engkos Sarkosi, Minggu (7/3/2021) menolak berkomentar saat dikonfirmasi soal kejadian penyergapan BNNP Jatim yang gagal karena mendapat perlawanan dari warga.

“Mohon satu pintu saja lewat BNNP Jatim,” ucapnya. (Fajar Yudha Wardhana)

 

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.