Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Bagi Guru, Jalan Aspal TMMD Reguler Pekalongan Dampaknya Luar Biasa Bagi Dunia Pendidikan

Loading...

Pekalongan – Bagi Martiningrum (41) Guru Taman Kanak-Kanak di Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pembangunan jalan aspal di desa tetangganya yaitu Desa Pantirejo, jelas akan membawa dampak yang luar biasa bagi dunia pendidikan.

Secara khusus memang, tujuan TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan membangun infrastruktur umum masyarakat antar desa dan kecamatan sepanjang 2,5 kilometer lebar 3 meter itu, adalah untuk para petani yang merupakan profesi mayoritas dari Desa Pantirejo yang merupakan salah satu lumbung padi di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Namun, jalan aspal yang membentang dari Desa Sidosari ke Desa Kwigaran di Kecamatan Kesesi dan ke Desa Bulaksari, Kecamatan Sragi itu, juga secara langsung sudah dapat memberikan senyuman kepada para anak sekolah SLTP dan SLTA untuk menjangkau wilayah kedua kecamatan tersebut.

Masih menurut warga Dukuh Sendang RT. 08 RW. 03, Desa Krandong ini, dengan ditingkatkannya jalan petani tersebut, anak-anak sekolah pun akan lebih bersemangat lagi untuk menuntut ilmu karena tak ada istilah lagi malas berangkat sekolah karena jalan becek dan penuh kubangan air sehabis hujan.

“Saya juga kaget melihat kemajuan desa Pantirejo sekarang. Belum ada satu bulan jalannya sudah halus semua, hanya tinggal sedikit lagi di aspal Pak TNI, Polisi, masyarakat dan pekerja pengaspalan jalan,” ucapnya saat diwawancarai di pertigaan jalan di Dukuh Jlubang, Pantirejo, ke arah Dukuh Banjaran, Desa Kwigaran. Rabu (9/4/2020).

Jika tidak ada kewaspadaan dini terkait pandemi virus corona, menurutnya pasti banyak warga desa tetangga yang membantu pekerjaan TMMD di Pantirejo, termasuk anak-anak saat libur sekolah hari Minggu.

“Alhamdulillah sekarang jalannya sudah dapat dipakai dengan lancar. Sebelumnya, aduh, ada lubang, batu dan ada kubangan air, pokoknya rusak berat selama bertahun-tahun,” ujar Martiningrum mengapresiasi dan mengenang.

Walaupun dirinya bukan warga setempat yang merasakan manfaat langsung peningkatan akses tersebut, Martiningrum yang sebagai seorang tenaga pendidik, mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Pemerintah karena telah memajukan dunia pendidikan.

“Saya berharap pembangunan yang sama juga datang ke desa saya. Terima kasih TNI dan Pemerintah, semoga lancar pekerjaannya dan sukses selalu,” pungkasnya. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.