ATM Langkah, Warga Keluhkan Sulitnya Tarik Tunai Di Ibu Kota PALI

PALI, Nusantaraterkini.com – Maraknya keberadaan perbankan bisa menjadi indikator berkembangnya perekonomian di suatu daerah. Untuk melayani masyarakat dalam transaksi keuangan, berbagai bank milik pemerintah maupun swasta biasanya akan berlomba, memberikan pelayanan terbaik mereka.

Meski demikian, di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan, masih sangat sedikit perbankan yang mau melirik daerah berjuluk Bumi Serepat Serasan ini.

Tak hanya jumlah bank yang terbilang belum banyak, keberadaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) juga masih sangat langka, di kabupaten yang kerap disebut Brunainya Sumatera ini.

Catatan awak media, di PALI baru terdapat Bank Sumsel Babel, Bank Mandiri, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dari ketiga bank tersebut terbagi menjadi 1 Cabang dan 5 Unit BRI, 1 Cabang dan 2 Unit Bank Sumsel Babel, serta hanya 1 Unit Bank Mandiri.

Sedangkan jumlah ATM di Ibukota PALI hanya terdapat 3 Unit ATM Bank Sumsel Babel yakni di Simpang 5 Pendopo, di kawasan Kantor DPPKAD PALI dan di Kantor Bupati PALI, 2 ATM BRI yaitu di Simpang 4 Talang Ubi dan di Handayani Mulia, serta 2 ATM Mandiri, yakni di Komplek Pertamina dan di Simpang 5, ditambah ATM bersama di RSUD PALI.

Menanggapi hal itu, Aan, salah satu warga Talang Ubi, mengatakan bahwa ada dua kemungkinan penyebab pelayanan bank di PALI yang belum memuaskan. Antara lain karena roda perekonomian yang masih stagnan, atau memang layanan bank belum maksimal.

“Di PALI, belum banyak pusat perbelanjaan yang menerima pembayaran non tunai, sehingga keberadaan ATM tentu menjadi sangat perlu. Orang-orang mau ambil cash tentu harus ke ATM. Sedangkan jumlahnya minim, sehingga tak heran kalau mendapati antrian panjang di suatu ATM di Ibukota PALI,” tuturnya, Sabtu (7/4/2022).

Selain itu, banyak warga PALI yang belum terbiasa bertransaksi menggunakan Internet banking, ditambah sinyal provider seluler yang belum stabil bahkan terkategori blankspot (tak ada sinyal) di mayoritas wilayah, tentu memberi dampak negatif pada geliat perekonomian.

“Hal ini tentu menjadi PR yang urgent bagi pengampuh kebijakan di kabupaten ini. Untuk menggerakkan roda perekonomian banyak sarana dan fasilitas yang harus dipenuhi. Salah satunya ketersediaan perbankan dan ATM,” tukasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Pemkab PALI melalui Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah PALI, Rizal Fahlevi, dimintai tanggapannya melalui pesan WhatsApp, tak kunjung memberi respon. Begitu juga pihak Bank Sumsel Babel Cabang PALI, masih belum memberi jawaban

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.