Terbit : 13 November, 2019 - Jam : 15:06

Asyik Nongkrong di Warnet, Sejumlah Siswa di Karo Terjaring Razia

Loading...

KARO – Entah apa yang merasuki pikiran puluhan siswa SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Karo yang terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (13/11/2019).

Disaat teman-teman lainnya sibuk belajar di sekolah, mereka malah keluyuran dan asyik nongkrong di warnet hanya untuk bermain game. Prilaku buruk ini jelas tidak disetujui oleh pihak sekolah, guru bahkan para orangtua.

Kakan Satpol PP, Hendrik Tarigan disela-sela melaksanakan razia di sejumlah warnet dan tempat tongkrongan anak muda menyebutkan, operasi atau razia anak sekolah merupakan salah satu visi misi Pemkab Karo yaitu terwujudnya Kabupaten Karo yang religius, sehat, cerdas dan mandiri.

“Siswa-siswa ini kami dapati sedang berada di warnet dan warung-warung yang ada di Berastagi dan Kabanjahe. Mereka rata-rata masih mengenakan seragam sekolah,” ujarnya kepada wartawan.

Dikatakan Hendrik, banyak sekali faktor yang dapat mengakibatkan siswa sering bolos. Ada yang beralasan sakit atau ada acara keluarga. Padahal yang sebenarnya itu tidak ada, ada juga yang mungkin jenuh atau sengaja hanya ingin nongkrong-nongkrong dengan teman-temannya.

“Namanya anak sekolah, pasti punya banyak alasan. Ada juga karena tak membuat PR, sehingga takut mendapat ganjaran dari guru. Nah, untuk meminimalisir kegiatan bolos yang sering dilakukan para siswa dari berbagai sekolah. Pihak kami akan terus melakukan operasi atau razia anak sekolah,”ujarnya.

Hendrik menyebut, para siswa SMA dan SMK yang tejaring razia tadi pagi, sudah dibawa ke Kantor Satpol PP. Mereka akan diberikan pembinaan sebelum dijemput pihak sekolah dan keluarga.

“Sebelum pulang, para siswa akan buat surat perjanjian bermaterai, isinya tidak akan bolos lagi. Orang tua dan guru atau kepala sekolah masing-masing siswa akan kami panggil,” jelas Hendrik.

Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan operasi kasih sayang akan terus berlanjut atau berkesinambungan.

“Jadi, kami hanya berharap, agar anak-anak kami ini tiodak mengulangi lagi sikap membolos sekolah. Jangan lagi kami dapati berada di luar lingkungan sekolah disaat jam belajar,”harapnya mengakhiri. (Anita)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.