APPM Minta Pemerintah Segera Selesaikan Konflik Agar Nelayan Bisa Melaut Lagi

NusantaraTerkini.Com, – Puluhan aktifis yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Peduli Maritim (APPM) melakukan aksi damai di Simpang 5 Kota Bengkulu, Rabu (11/4/18). Dalam aksi itu APPM meminta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Provinsi Bengkulu untuk segera menyelesaikan konflik antar nelayan trawl dan nelayan tradisional.

Selain itu, mereka juga meminta agar pemerintah segera memfasilitasi para nelayan seperti yang pernah dijanjikan beberapa waktu yang lalu, yakni akan mengganti alat tangkap baru untuk nelayan trawl. Sebab menurut Efantri, masa depan masyarakat untuk tingkat kemaritiman di Provinsi Bengkulu berada di laut.

Efantri juga memaparkan laut di Bengkulu ini memiliki 360.330 hektar lahan perairan yang digunakan untuk menangkap ikan dan sebanyak 219.527 nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil laut.

“Kegitan ini berdasarkan dari peringatan hari nelayan yang jatuh pada tanggal 6 April 2018 yaitu hari nelayan nasional. Jadi kita dari Aliansi Pemuda Peduli Maritim mengajak supaya tidak terjadi lagi konflik yang berada di Provinsi Bengkulu ini,” tegas Efantri, koordintor lapangan.

“Untuk diketahui bahwa laut di Bengkulu ini memiliki 360.330 hektar lahan perairan laut dan 219.527 masyarakat nelayan yang menggantungkan hidup dalam mencari ikan. Jadi kalau sebanyak 219.527 nelayan itu selalu terjadi konflik antar nelayan, maka yang terjadi nelayan tidak usut dalam menangkap ikan dan Provinsi Bengkulu ikut tidak kondusif, sehingga pasokan ikan terpaksa harus dipasok dari luar,” sambungnya.

Pantauan NusantaraTerkini.Com dalam aksi itu, beberapa orang dari APPM meletakkan ikan ke dalam kolam yang terletak patung kuda simpang  5. Dijelaskan Efantri, pelepasan ikan tersebut untuk mendukung supaya nelayan tetap menangkap ikan dan tidak berlarut-larut dalam konflik.

“Kita melepaskan ikan itu bagian dari aksi kita untuk memperingati hari nelayan. Dan supaya nelayan tetap melaut untuk menangkap ikan. Jangan sampai berlarut dalam konflik antar nelayan,” tuntas Efantri. (Nindri/Cw2)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.