API – Nias Tuding KAPOLRES Perlakukan Saudaranya Lebih Dari Teroris

FB_IMG_1460139221247GUNUNGSITOLI – Ratusan Massa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Pijar Kepulauan Nias (API-NIAS) gelar unjuk rasa di depan Lapangan Merdeka Gunungsitoli, Jumat (08/04) untuk menyampaikan rasa turut berduka cita dan kekecewaan atas krisis kelistrikan di Kepulauan Nias. Aksi dikawal ketat oleh pihak Kepolisian dari Polres Nias.

Dalam Pernyataan sikap, API-NIAS menuntut PLN Area Nias agar segera menyalakan Listrik secara merata dan mengultimatum agar tidak ada pemadaman lagi. Selain itu, massa demonstran mengungkapkan kekecewaan atas penahanan 8 aktivis yang melakukan aksi damai pada tanggal 03 April 2016 “ Rakyat harus marah…!!! dan harus mampu mengumpulkan 1000 kali lipat pasukan dari pada jumlah personil polisi yang ada di Kepulauan Nias ini untuk menggantikan 1000 lilin yang telah dipadamkan oleh mereka yang tidak mengerti arti sebuah Negara sekaligus memberitahu mereka bahwa kedaulatan hanya ada ditangan rakyat”, ujar API-NIAS

dijelaskan, kemarahan rakyat bukan tanpa alasan, ini terjadi karena pemadaman listrik di Kepulauan Nias selama 96 jam hingga saat ini. Ditambah lagi pejuang-pejuang rakyat nias (Aktivis_red) ditangkap tanpa kemanusiaan , dipukuli dengan pentungan, diseret dijalanan dan sesampainya di Polres Nias kepala digundul. Atas kejadian ini dimana hati nurani putra terbaik Kepulauan Nias sebagai Kapolres, karena sejahat-jahatnya harimau tidak pernah memakan anaknya, justru Bazawato Zebua, SH.,MH selaku Kapolres Nias telah memperlakukan saudara-saudaranya lebih dari seorang “TERORIS”, Untuk itu kita harus berjuang sendiri dan Rakyat yang bertarung sendiri, tegas API-NIAS dalam surat pernyataan sikapnya.

Menanggapi tudingan API-NIAS, Kapolres Nias Bazawato Zebua, SH.,MH  menjelaskan bahwa hukum tetap berjalan kepada mereka yang telah ditangkap namun tetap menghargai langkah-langkah kebijakan sosial,” ujar Kapolres Nias dihadapan para demonstran (NU004)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.