Terbit : 27 Juni, 2019 - Jam : 04:18

Angkat Barbel Lebih Seimbangkan Kadar Gula Darah Dari Aerobik

Loading...

Brebes – Penampilan indah bagi pria maupun wanita khususnya di usia antara 30 – 50 tahun sangat didambakan setiap orang. Pasalnya, tubuh akan mengalami penurunan massa otot sebanyak 10 % dengan digantikan oleh lemak. Keadaan ini akan menurun lagi pada usia 60 tahun.

Terkadang alasan orang adalah malas untuk berolahraga atau terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Cara yang paling murah dan tidak menyita banyak waktu dan tempat adalah dengan angkat halter/barbell atau dumbbell (barbell kecil).

Dibenarkan Bintara Pelatih Kodim 0713 Brebes, Pelda Abdul Kholik bahwa angkat barbel yang merupakan inovasi baru bagi TNI-AD dalam upayanya membentuk postur tubuh ideal para prajurit dan PNS serta memelihara kemampuannya. Tak terkecuali bagi satuan teritorial guna mendukung tugas-tugas pokok dalam membina wilayah, karena postur yang tegap merupakan ciri khas dari seorang prajurit.

“Sebagai Babinsa, minimal harus mempunyai postur yang tidak gemuk. Ini akan menunjang pergerakannya dalam membina wilayah termasuk melaksanakan kegiatan-kegiatan karya bakti TNI,” ucapnya, Kamis pagi (27/6/2019).

Dikatakannya juga, berat yang digunakan antara 15-17 kilogram melalui ember/kaleng cat dengan diisi batu split, pasir dan semen dengan gagang besi batangan sepanjang 1 meter.

Sementara diketahui, manfaat mengangkat barbel lainnya adalah merangsang pembentukan sel baru guna meningkatkan kekuatan otot dan tulang, membakar kalori lebih banyak karena tubuh akan bermetabolisme lebih cepat dan meningkatkan kesehatan jantung karena jantung akan terpacu memompa darah.

Selain itu dari penelitian yang dilakukan di Australia, dari sekelompok orang selama 4 bulan mengangkat beban, dapat menjaga kadar gula darah lebih seimbang daripada kelompok yang melakukan aerobik sebanyak 3 hari seminggu. Jadi, dari hasil penelitian tersebut menunjukkan orang yang melakukan angkat beban mengalami penurunan lemak 40% lebih banyak. Karena akan membuat lemak turun dan tubuh lebih sensitif terhadap hormon insulin. (Aan Brebes/Red).

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.