Angkasa Pura II Diminta Lunasi Pembayaran Lahan Tju Ming Siong

Loading...

TANGERANG – Tim Kuasa Hukum Tju Ming Siong, Kornelis K Saran memprotes tindakan Angkasa Pura II Bandara Soekarno Hatta yang merobohkan plang merek di lokasi lahan sengketa, Jumat (20/12).

Kornelis mengatakan, lahan yang berlokasi di Kampung Keresek Asin RT 04 Rw 08 Kelurahan Benda Kecamatan Benda Kota Tangerang ini belum dibayar dan masih dalam proses Hukum di Pengadilan Negeri Kota Tangerang.

“Tanah itu kan masih menjadi satu tanah dan itu masih menjadi sengketa antara angkasa pura dan klien saya,” katanya, Sabtu (21/12/2019).

Kornelis menjelaskan, tanah ini sedang dalam gugatan Angkasa Pura, sehingga belum memiliki status kepemilikan. Ia meminta, Angkasa Pura menghormati proses hukum dan tidak menggunakan lahan tersebut sampai ada putusan pendadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Yang menggugat inikan Angkasa Pura II. Oleh sebab itu karena tanah ini sudah masuk dalam ranah sengketa maka dia berada dalam status quo, sehingga Angkasa Pura juga harus menghormati hukum,” jelasnya.

Kornelis melanjutkan, terkait perobohan plang merk ini, ia akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan tindakan Angkasa Pura II ke Polres Tanggerang.

“Kalau mereka telah merusakkan plang bubuk dan lain sebagainya inikan perbuatan pidana sehingga kita sudah ambil langkah hukum dengan melaporkan hal ini ke Polres Tangerang,” ujarnya.

Pengrusakan ini merupakan kali kedua yang dilakukan Angkasa Pura II. Plang merk tersebut pertama kali dirusak pada Maret lalu.

“Kita akan mengambil langkah – langkah tegas ya, baik bersurat maupun non tindakan angkasa pura dua, menurut saya mau menyambut hak- hak rakyat secara tidak manusiawi,” kata Kornelis.

Di pihak yang sama, mewakili Tju Ming Siong, Bery Hardianata mengatakan, secara sah memiliki tanah berdasarkan akte jual beli No : lll5 /X ll /Jb/ BTC /1991 untuk tanah seluas 3.754 M tersebut. Tanah itu belum dibayar namun sudah dipagar oleh Angkasa Pura ll.

“Tanah kami sudah dikuasai oleh AP II dan Pengadilan Negeri Tangerang telah melakukan sidang lokasi, bangunan sudah digusur maka seharusnya segeralah pemerintah membayar tanah kami, dan pengadilan dapat memenuhi tuntutan kami,” terangnya. (Rohman)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.